Kades Cilawu: “UKM Minimalisir Pengangguran, Naikkan Denyut Nadi Ekonomi Desa”

Wahyu, Kades Cilawu Garut (kiri) saat monev ke budidaya jamur milik Totok (dok. KM)
Wahyu, Kades Cilawu Garut (kiri) saat monev ke budidaya jamur milik Totok (dok. KM)

GARUT (KM) – Saat wartawan KM mengikuti Monev (Monitoring dan Evaluasi) di desa Cilawu, kecamatan Cilawu, Rabu 28/9, Kades Cilawu, Wahyu, meninjau lokasi pengembangan UKM di dusun Pesanggrahan Tonggoh. Lokasi yang dia kunjungi adalah pembudidayaan jamur dan pembuatan wajik jagung. Menurut Wahyu, “UKM yang ada di desa Cilawu ini bisa meminimalisir pengangguran dan menaikan denyut nadi ekonomi masyarakat desa.”

Sementara menurut Totok, seorang petani budidaya jamur, dirinya sudah menekuni usaha itu selama 9 tahun tanpa mendapat binaan dari otoritas terkait.

“Usaha budidaya jamur yang saya tekuni sudah berusia 9 tahun. Dan saat ini pengiriman di 2 kota, Garut dan Tasik. Pegawai yang ada saat ini sudah 10 orang dengan upah harian Rp. 35rb- Rp60rb, dengan jam kerja sampai jam 4 sore,” jelasnya.

“Usaha ini diawali modal Rp 100 jt, sudah plus bangunan. Selama 9 tahun berjalan tidak pernah ada pembinaan dari kementrian pertanian atau UKM, juga Dinas terkait baik kabupaten, propinsi apalagi pusat. Padahal anggaran itu pasti ada,” tegas Totok. (Gie/Bustomi)

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.