Hujan Angin Hempaskan Atap JPO Jayakarta

Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) antara Menteng Tenggulun dan Jl. Sultan Agung setelah diterpa hujan angin, Kamis 1/9 kemarin (dok. KM)
Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) antara Menteng Tenggulun dan Jl. Sultan Agung setelah diterpa hujan angin, Kamis 1/9 kemarin (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Hujan deras yang melanda ibukota baru-baru ini sempat menyebabkan banjir di beberapa titik pemukiman dan juga sebagian jalan protokol di Jakarta. Hujan yang disertai angin kencang dan petir juga sempat menghempaskan salah satu atap jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, tepatnya yang menghubungkan antara Menteng Tenggulun (Jakarta Pusat) dengan Jalan Sultan Agung (Jakarta selatan).

Menurut penuturan Usman, seorang warga yang sempat melihat kejadian terbangnya atap jembatan ini, “awalnya sih hujan gak terlalu deras tapi gak berapa lama tiba-tiba angin kencang bercampur petir mendadak datang terus gak berapa lama kedenger suara “braaak!” Saya kebetulan yang ga jauh dari asal suara coba cari tahu, eh ternyata atapnya lepas!” tukasnya.

Menurut Ibu Acin, salah satu pedagang nasi yang tidak jauh dari lokasi, “Saya sempat khawatir tenda tempat berdagang ini roboh, kejadiannya yah kurang lebih abis zuhur sekitar jam 12 lebih,” tegasnya.

Advertisement

Sebelumnya, jembatan penyeberangan orang (JPO) ini memang sempat mengundang kontroversi diantara warga Menteng Tenggulun, kelurahan Menteng, terutama pemilik perahu eretan dan ojek pangkalan. Bahkan beberapa warga mengkhawatirkan dengan dibangun JPO ini bisa memicu tawuran yang sempat terjadi beberapa tahun lalu juga tindak kriminalitas yang akhir-akhir ini marak terjadi seperti curanmor dan penyalahgunaan narkoba. Namun pemerintah setempat dan aparat menjamin apa yang dikhawatirkan tidak akan terjadi, karena JPO itu dilengkapi dengan kamera pengintai yang lazim disebut CCTV.

Adapun JPO tersebut diberi nama JPO Jayakarta ini, karena memang tender JPO ini diserahkan pada Kodam Jaya. “Entah dengan alasan apa tender ini dipegang kodam atau untuk alasan keamanan semata, tapi yang pasti JPO ini belum lagi diresmikan tapi sudah terjadi kerusakan!” Jelas acin. (Jack)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*