Dinsosnakertrans Bogor Berikan Pelatihan Keterampilan Bagi 60 Penyandang Cacat

Sejumlah peserta pelatihan Dinsosnakertrans Bogor bagi penyandang cacat (dok. Irfan/KM)
Sejumlah peserta pelatihan Dinsosnakertrans Bogor bagi penyandang cacat (dok. Irfan/KM)

BOGOR (KM) – Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor menyelenggarakan bimbingan sosial dan keterampilan bagi puluhan penyandang cacat se-kabupaten Bogor di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS), Kelurahan Puspanegara, kecamatan Citeureup, pada hari Jumat 17/9.

Peserta yang mengikuti bimbingan sosial dan keterampilan tersebut sebanyak 60 orang dalam 2 kategori yaitu  disabilitas daksa sebanyak 30 orang dan disabilitas netra sebanyak 30 orang. Penyandang disabilitas netra diberikan pelatihan kerja sebagai tenaga pijat urut, sedangkan penyandang disabilItas daksa di berikan pelatihan menjahit.

Selain pelatihan keterampilan, sebelumnya diberikan bimbingan sosial dan bimbingan mental yang dibuka langsung oleh kepala Dinsosnakertrans, Yos Sudrajat. Karena tujuan dari bimbingan sosial dan pelatihan ini bukan semata-mata mempunyai keterampilan usaha tetapi juga membangkitkan semangat, motivasi diri untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan dan menumbuhkan rasa percaya diri ditambah keterampilan yang dimiliki agar dapat bertahan hidup dan mandiri, tidak selalu bergantung pada orang lain.

Para penyandang disabilitas selama 15 hari dikarantina di BKS, selain mendapat pelatihan disediakan juga konsumsi serta antar jemput ke rumah masing-masing mengingat kondisi peserta.

Adapun para pembimbing dan pelatih antara lain dari unsur Dinsosnakertrans sendiri, Disdik, Dinkes, Bappeda dan BBRVBD (Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa) untuk pelatihan keterampilannya.

Menurut Kasie Balinsos Dinsosnakertrans, Sri Mulyani, pola pikir masyarakat terhadap penyandang disabilitas harus diluruskan sehingga tidak perlu malu, “karena di balik kekurangan selalu ada kelebihan dari masing-masing manusia.”

“Tidak mudah bisa mengajak peserta penyandang disabilitas ini untuk mengikuti kegiatan seperti ini, karena kadang keluarganya yang tidak memperbolehkan dengan alasan khawatir atau malu terekspose mempunyai keluarga cacat,” ucapnya kepada KM di sela-sela kegiatan.

“Lingkungan sekitar, dalam hal ini keluarga, harus memberikan motivasi terhadap penyandang disabilitas sehingga timbul rasa percaya diri yang tinggi untuk mengasah kemampuan masing-masing,” lanjutnya.

Selain itu, kata Yani, kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahun dengan peserta yang berbeda agar para penyandang disabilitas memiliki harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

“Bimbingan Sosial dan Pelatihan Keterampilan ini dilaksanakan secara bertahap dan terus-menerus setiap tahunnya,” jelasnya.

“Setiap peserta disabilitas dapat hidup normal, timbul rasa percaya diri dan bisa menolong hidupnya sendiri sehingga mengurangi beban keluarga yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu,” harapnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.