Bermodal Awal Rp. 200 ribu, Homsyah Bangun Usaha Kue Bakpiah, Pisang Keju dan Nastar

Homsyah (kanan) memperlihatkan kue buatannya (dok. KM)
Homsyah (kanan) memperlihatkan kue buatannya (dok. KM)

GARUT (KM) – Homsyah Misbah, pegiat UKM di desa Dayeuh Manggung dengan gigih merintis usaha pembuatan kue bakpiah basah, pisang keju, dan nastar keju sejak 23 tahun silam.

Menurut Homsyah, dirinya merintis usaha ini dari awal modal Rp. 200 ribu. Hasil kueh nya dengan 3 jenis saat ini sudah dapat mengirim ke seluruh kabupaten Garut dan Bandung. Untuk menunjang produksi usaha ini, dirinya mendapat bantuan dari Bogasari untuk pelatihan dan peminjaman bahan dasar tepung terigu.

Usaha ini sekarang sudah memiliki surat Sertifikat Halal dari MUI Provinsi Jawa Barat, izin dari Dinas Kesehatan dan BPOM. “Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi,” ujar Homsyah.

Homsyah pun dalam usaha kue ini dibantu oleh 15 pekerjanya yang terdiri dari 10 perempuan dan 5 laki-laki, mayoritasnya warga desa Dayeuh Manggung. Mereka saat ini sudah dapat mengantongi upah dengan kisaran Rp. 15 ribu- Rp. 40 ribu per hari tergantung lama jam kerjanya, dengan uang makan ditanggung oleh dirinya.

Homsyah pun menjelaskan selama 23 tahun dirinya belum pernah mendapatkan pembinaan dari Kementerian KUKM, Dinas UKM Provinsi Jawa Barat, apalagi Kabupaten. “Padahal para pegiat UKM ini paling patuh dan tertib untuk pengembalian pinjaman dana lunak dari dinas UKM terkait, ketimbang para pengusaha “UMK” – Usaha Milyaran Keatas – yang sering menjadi pengemplang pinjaman,” ketusnya. (Gie/Bustomi)

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.