Aliansi Masyarakat Anti Rokok Desak Pemkot Bogor Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok

Ketua Presidium AMAR R. Ace Sumanta saat memberikan sambutannya pada FGD AMAR di Kota Bogor, Kamis 22/9 (dok. KM)
Ketua Presidium AMAR R. Ace Sumanta saat memberikan sambutannya pada FGD AMAR di Kota Bogor, Kamis 22/9 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Aliansi Masyarakat Anti Rokok (AMAR) Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait pelaksanaan Perda No. 12/2009 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok secara berkomitmen dan menyeluruh. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rektorat Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor, Kamis 22/9 pukul 09:00 WIB.

Hadir dalam acara pembukaan sekaligus memberikan pandangan Pemerintah Daerah adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Syarif Hidayat, Rektor UNPAK Bogor Dr. Bibin Rubini, Kasi Promkes Dinkes Nia Nurkania, dan para peserta FGD, diantaranya para seniman dan budayawan Bogor Ibrahim Basalamah, Ki Jalu PKBM, Dayan D. Allo, Yanto, praktisi Hukum H. M. Umar, sejumlah kepala sekolah dan yang perwakilan dari SMAN 1-10, perwakilan dari sejumlah perusahaan daerah, SKPD, aktivis kesehatan, BEM dan MAPALA UNPAK Bogor.
Kegiatan tersebut menghadirkan aktivis dan Ketua LSM NOTC, Bambang Priyono dan sebagai pembanding Ki Jalu dan Yanto memaparkan pandangan praktisi hukum dan pandangan para Kepala SMA.

Kegiatan yang dipandu budayawan dan Koordinator Presidium AMAR R. Ace Sumanta itu menyampaikan ungkapan, harapan, dan masukan para peserta ke walikota Bogor, Ketua DPRD, Kepala Dinkes Kota Bogor, BAPPEDA, SKPD dan masyarakat.

Advertisement

“Harapan semua yang hadir adalah agar Perda No. 12/2009 dilaksanakan secara komitmen, menyeluruh dan ditegakkan tanpa pandang bulu. Harapan Sekda Kota Bogor pun sama. Aturan yang sudah diundangkan mustinya harus dilaksanakan, tidak ada tawar-menawar,” ujar Ace.

Senada dengan Ace, Kasie Promkes Dinkes Nia Nurkania mengatakan, “aturan dibuat untuk dilaksanakan, siapapun yang melanggar aturan harus kena sanksi, kalau melihat yang merokok sembarangan kita harus tegur, enak atau tidak itu aturan, dengan disampaikan yang baik, penuh etika dan penuh keakraban. Begitu juga tupoksi dari masalah penegakan ada di Pol PP,” ujarnya.

Dari hasil survei dan kajian LSM NOTC, anak-anak Indonesia usia SD sudah banyak yang merokok. “Pelajar SMP-SMA sudah tidak malu-malu mereka merokok ketahuan guru bahkan orang tua. Perokok pasif kena paparan asap rokok jauh lebih bahaya,” ujar Bambang Priyono, Ketua LSM NOTC.

Hasil akhir FGD ini akan diseminarkan lebih luas. Dalam acara ini pula LSM AMAR menerbitkan buku atau  hasil riset LSM maupun pandangan, keinginan dan komitmen Kota Bogor untuk menerapkan nilai “NgaBogor” yang lebih etis dan menjunjung nilai peradaban yang tinggi. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*