Alat Rekam E-KTP di Pasar Kemis Rusak Saat Warga Membludak

Kantor kecamatan Pasar Kemis, Kab. Tangerang ramai dengan warga yang hendak merekam data untuk pembuatan E-KTP (dok. KM)
Kantor kecamatan Pasar Kemis, Kab. Tangerang ramai dengan warga yang hendak merekam data untuk pembuatan E-KTP (dok. KM)

KAB. TANGERANG (KM) – Ratusan warga di kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang harus rela mengantri dari pagi hingga malam, hanya untuk memiliki E-KTP, mengejar batas waktu yang diinstruksikan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yakni hingga akhir bulan September 2016.

Warga yang didominasi para ibu-ibu hanya bisa menunggu dengan antrian panjang sehingga kantor kecamatan dengan ruang terbatas itu mendadak menjadi panas dan gerah sehingga cucuran keringat membasahi tubuh.

Namun warga harus kecewa, pasalnya  pelayanan yang diberikan oleh pegawai kantor kecamatan kurang maksimal, dikarenakan alat perekaman yang tersedia hanya satu unit yang berfungsi dari dua unit alat yang dimiliki.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan rasa sangat kecewa dengan sistem cara kerja dan hal teknis yang dimiliki kantor kecamatan Pasir Kemis.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan semacam ini yang harus menunggu antri hingga berjam-jam lamanya dan proses sampai jadi E-KTP nya terlalu lama,” ucapnya, Kamis 8/9.

Advertisement

Ditempat yang sama, Kasie Pemerintahan kecamatan Pasar Kemis, Murtas SH, saat ditanyakan perihal tersebut, dirinya mengatakan bahwa membludaknya warga yang datang disebabkan pemberitaan media massa tentang masa berakhirnya pengurusan E-KTP.

“Informasi yang ditayangkan baik media cetak maupun media elektronik membuat antusias masyarakat sangat tinggi untuk melakukan perekaman E-KTP bagi mereka yang belum melakukannya,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, bahwa terkait kerusakan 1 unit alat rekam, jauh sebelumnya hal itu sudah dilaporkan pihaknya ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Tangerang.

“Kami sangat menyayangkan ada satu unit alat CPU nya yang tidak berfungsi dan sudah dilaporkan, tapi belum diperbaiki juga,” pungkasnya. ( muksin/ beni )

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*