Aktifitas Pabrik Peleburan Timah Resahkan Warga Desa Tamansari Rumpin

Aktivitas peleburan timah di pabrik di Rumpin, Kab. Bogor (dok. KM)
Aktivitas peleburan timah di pabrik di Rumpin, Kab. Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Jengkel, marah serta ketakutan menjadi gambaran warga Kampung Sicentul, Desa Tamansari, kecamatan Rumpin. Pasalnya di wilayah tersebut berdiri sebuah pabrik pengelolaan timah yang menghasilkan limbah B3.

Limbah Industri tersebut mengelurkan asap bau tidak sedap dan dikhawatirkan bisa menimbulkan infeksi saluran pernapasan.

Menurut sebagian warga, aktifitas serta produksi pabrik diketahui hingga saat ini belum mendapat restu dan perizinan dari warga sekitar terkait atas izin AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

Rohmat (36), salah satu warga setempat, setiap hari harus disuguhkan bau tidak sedap dari aktivitas pabrik dan perubahan kondisi air tanah yang setiap hari di komsumsi mengalami perubahan semenjak pabrik berproduksi

“Pabrik pembakaran timah tersebut, sudah buka hampir 6 bulan, tapi entah kenapa sering buka dan tutup,“ ujarnya kepada Media, Minggu (18/9/2016).

Selain itu, kata Rihmat, keberadaan pabrik juga membuat polusi udara menjadi buruk dan dikuatirkan akan menjadi pemicu penyakit saluran pernafasan yang akut terlebih kepada anak-anak kecil yang tinggal di sekitar.

“Nampaknya saja tempatnya seperti gudang batako dari luar, Tapi mereka membuat dan memproduksi timah dengan skala besar. Mungkin biar nggak ada yang tahu, karena izin mereka semuanya nggak ada. Polusinya jelas dari proses memasak timah. Asapnya itu bisa pedih kena mata dan kalau kena kulit bisa gatal-gatal.” katanya mengeluhkan.

Imbuhnya, keberadaan pabrik harus segera dihentikan oleh pejabat instansi yang berwenang di kabupaten Bogor untuk menghindari tindakan langsung oleh warga yang merasa keberatan.

“Kita harapkan aparat bertindak, namun bila tidak sanggup, warga yang akan menutup dengan segala cara,” tegasnya.

Pantauan awak media, lokasi pabrik berada di dalam perkampungan dan kondisi seluruh area pabrik nampak ditutupi terpal. Terlihat pula, beberapa pekerja tengah sibuk memasak timah untuk diproduksi dalam bentuk cetakan batangan. Dari informasi warga sekitar, hasil timah produksi pabrik ini dijual ke Jakarta. Namun sayang, saat mencoba menemui sang pemilik usaha, yang bersangkutan tidak bisa ditemui. “Bos lagi ada di luar, jadi tidak bisa bertemu,“ ujar salah satu pekerja. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.