Sekolah Terbuka Jauh SMPN 1 Rumpin Butuh Gedung Belajar

Siswa-siswi SMP sedang belajar (stock)
Siswa-siswi SMP sedang belajar (stock)

BOGOR (KM) – Minat belajar siswa-siswi di kampung Sawah, kecamatan Rumpin, kabupaten Bogor tidak sejalan dengan infrastruktur yang tersedia dari pemerintah kabupaten Bogor, terlebih bila dibandingkan dengan ambisi Kabupaten Bogor untuk menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Siswa-siswi harus rela mengantri dan berbagi saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sekolah lain dan itu pun masih serba kekurangan sehingga sangat mempengaruhi mutu pendidikan.

Masih belum lepas dari ingatan akan aksi demonstrasi ratusan masyarakat di depan Gedung kantor Bupati Bogor beberapa waktu yang lalu yang menuntut perbaikan mutu pendidikan serta infrastrukturnya.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka di desa Kampung Sawah saat ini sangat membutuhkan gedung sekolah untuk menampung 90 siswa-siswinya. Suwarna selaku pembina sekolah mengakui melihat kondisi demikian “sesuatu yang sangat menyedihkan dan memalukan bagi pemerintahan Bupati Bogor.”

“Sekolah ini merupakan kelas terbuka jauh dari SMPN 1 Rumpin, dengan menumpang lokasi belajar di SDN Kampung Sawah 03.” Ucapnya, kepada KM, Minggu 18/9.

“Proses belajar-mengajar dilakukan setelah jam pelajaran SDN selesai pada pukul 14:00 – 17.00 WIB, dengan pembina dan staf pengajar diambil dari dua sekolah,” jelasnya.

Advertisement

Suwarna juga menjelaskan, seiring berjalannya waktu, minat belajar warga yang tinggal di 3 desa sekitar semakin tinggi sehingga membuat kewalahan pihak sekolah.

“Karena faktor ekonomi, serta jarak tempuh warga untuk bersekolah formal di lembaga pendidikan pada umumnya, maka keberadaan SMP Terbuka ini sangat membantu,” ulasnya.

Di tempat yang sama, Nanay selaku kepala sekolah Dasar Negeri 03 Kampung Sawah mengaku tidak mempermasalahkan bila gedung sekolahnya dipakai karena “bagian dari mencetak calon generasi anak bangsa.”

Namun lanjut Nanay, tingginya animo masyarakat untuk belajar tidak sejalan dengan fasilitas yang dimiliki dan hal tersebut sangat disesalkan.

“Kami hanya ada enam kelas, begitu juga dengan rombongan belajarnya. Terlebih, dengan lahan yang sempit pembangunan ruangan hanya bisa dilakukan bertingkat,” paparnya.

“Dengan fasilitas yang memenuhi baik itu fisik atau  ketenaga pendidikannya, tentu proses belajar mengajar akan lebih maksimal. Terutama dalam mendukung program peningkatan rata-rata lama sekolah di Kecamatan Rumpin,” pungkasnya.(Irfan Damar Sinaga)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: