Warga Desa Kalong 1 Tuntut Kejelasan Pembebasan Lahan Gardu Induk PLN

Ketua LSM GMBI Sambas mempertanyakan kelangsungan hidup dan lingkungan masyarakat kepada Kades Kalong 1 Yeyen Permana (dok. KM)
Ketua LSM GMBI Sambas mempertanyakan kelangsungan hidup dan lingkungan masyarakat kepada Kades Kalong 1 Yeyen Permana (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sejumlah warga masyarakat Desa Kalong 1 berkumpul di Kantor Desa Kalong 1 di dampingi LSM GMBI Distrik Bogor Barat terkait penyelesaian pembebasan lahan untuk Converter atau Gardu Induk PLN yang terkatung-katung sejak 2012 silam, Kamis 25/8. Dalam acara ini hadir Camat Leuwisadeng Mad Hasan, Petugas BPN Sabarudin, Sediat, Kapolsek Leuwiliang Nyoman Suparta, Danramil Leuwiliang Iwan, Perwakilan PLN Pusat Djimi, Kades Kalong 1 Yeyen Permana dan Ketua LSM GMBI Distrik Bogor Barat Sambas.

Acara yang difasilitasi oleh Kades Kalong 1 ini bertujuan untuk menyelesaikan pembebasan lahan dimana masih ada ketidak jelasan status lahan milik warga yang akan terkena pembebasan dan harga yang akan di bayar oleh PLN.

Di hadapan masyarakatnya Kades Kalong 1 Yeyen mengatakan kalau dirinya tidak tahu berapa harga yang akan di berikan PLN. “Mohon maaf, jangan menyalahkan Kades, jangan bertanya berapa harganya saya tidak tahu, kalau tidak dijual juga itu adalah hak masyarakat,” kata Yeyen kepada masyarakatnya

Advertisement

“Apa yang jadi unek-unek silahkan sampaikan di hadapan petugas BPN yang berwenang tentang pertanahan, dan perlu di ingat saya tidak menitip harga,” tegas Yeyen.

Acara ini untuk memfasilitasi penyelesaian pembebasan lahan milik warga agar cepat selesai, tidak ada yang dirugikan, dengan harga jual yang sudah di sepakati, bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat, dan meminta dukungan masyarakat untuk mempercepat program Pemerintah.

“Demi kemajuan bangsa, salah satu tolak ukur dengan ketersiadaan listrik yang stabil, saya berharap masyarakat mendukung program pembangunan Converter PLN ini,” ujar Djimi dari PLN pusat.

Sebanyak 48 surat tanah milik warga yang sudah selesai diurus oleh BPN beserta harga jual per meternya yang akan di bayar oleh PLN. “Pada prinsipnya, semua harga sudah di tentukan oleh Apersil, Apersil itu lembaga independent, yang jelas masyarakat tidak akan dirugikan, adapun harga itu bervariasi tergantung klasifikasinya,” kata petugas BPN Sabarudin di hadapan warga Desa Kalong 1. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*