Disdik, Tokoh Pendidikan Bahas Prospek Muatan Lokal “Ngabogor” di Sekolah

Ketua Dewan Pendidikan kota Bogor, Dr. Ir. Affandi Arsyad menyerahkan dokumen kepada AKP. Diana yang mewakili Kapolres Bogor disaksikan Kadisdik Edgar Suratman (dok. KM)
Ketua Dewan Pendidikan kota Bogor, Dr. Ir. Affandi Arsyad menyerahkan dokumen kepada AKP. Diana yang mewakili Kapolres Bogor disaksikan Kadisdik Edgar Suratman (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dewan Pendidikan Kota Bogor melaksanakan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) bertajuk “Prospek Muatan Lokal “Ngabogor” untuk pembentukan Karakter di Kota Bogor”, yang bertujuan mensosialisasikan “Ngabogor” sebagai ikon atau identitas Kota Bogor yang patut di aktualisasikan kepada masyarakat Bogor.

Acara diskusi terarah yang dilaksanakan di gedung Dewan Pendidikan Kota Bogor, Selasa (23/8), dihadiri pembicara utama Kadisdik Kota Bogor H. Edgar Suratman SE MM, Ketua Wandik Dr. Ir. Affandi Arsyad, Dr. H. Fri Suhara, dan budayawan R. Ace Sumanta serta para guru, dan dosen.

“Kajian ini sangat menarik. Identitas Bogor patut diaktualisasikan di masyarakat Bogor. “NGABOGOR” ngajati diri orang Bogor. Ikon atau identitas Kota Bogor perlu di implementasikan. Terutama di kalangan pelajar, guru, dosen, pejabat dan lainnya,” Ujar Ace Sumanta.

Diskusi tersebut mengajak masyarakat agar lebih mengenal pada sifat, budaya dan makanan tradisional maupun sejarah dan pusaka Bogor, sehingga siswa-siswi, orang tua dan guru lebih memahami secara paripurna. Konsep itu merupakan rumusan sejumlah akademisi seperti Prof. Dr. Gus Rusyana, Rektor UNPAK Bogor Dr. H. Bibin Rubini, M. Pd. dan seniman serta budayawan serta SKPD Bogor.

Advertisement

“Saya berharap, agar di buat Peraturan Daerah (PERDA) tentang Ngabogor yang menjadi ikon atau identitas, tidak hanya Peraturan Walikota (Perwali),” ujar Ace.

Kadisdik Kota Bogor Edgar Suratman membuka keran pada siapa saja yang akan mengembangkan dan memberikan masukan terkait dengan kemajuan pendidikan. “Regulasi atau payung hukum sudah disiapkan Perwali No. 31 tahun 2016 tentang ‘Pedoman Pendidikan Karakter Ngabogor pada Satuan Pendidikan Kota Bogor’,” jelas Edgar.

“Ageman NgaBogor merupakan kumpul kegiatan yang ditulis dalam kalimat aksi menggunakan Bahasa Sunda khas Bogor.
Ageman itu seperti, pertama, Ngabogor Bodas yaitu setiap aktivitas di dalamnya mengandung nilai hubungan diri dengan Tuhan YME. Kedua, Ngabogor Bulao ialah setiap aktivitas manusia di dalamnya mengandung nilai hubungan kebaikan antara manusia dengan sesamanya. Dan ketiga, NgaBogor Hejo salah satunya aktivitas manusia yang di dalamnya mengandung nilai kebaikan hubungan antara manusia dengan alam dan lingkungannya tempat tinggalnya,” kata Edgar Suratman. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*