UKM “Bogor Juga” Kembangkan Kerajinan Tangan Cantik dari Bambu

kiri-kanan: Abah Bogor pemilik Distro Sunda), Ki Misra, Prof. Syarif Bastaman (Pemakarsa Pertanian Organik/tokoh Sunda), Juweni (Pemakarsa kerajinan Teko dan Gelas Bambu/Pemilik UKM Bogor Juga)

BOGOR (KM) – Memanfaatkan potensi sumber daya alam berupa pohon bambu yang melimpah di sekitar wilayah Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dan potensi kreatifitas pemuda dan masyarakat Kampung Juga Lebak Desa Sukaraksa, Jueni mengatasnamakan Budaya Seni Ki Juen, membuat kerajinan tangan dari bambu berupa teko dan gelas serta aksesoris lainnya.

Bermodal pribadi tanpa ada penyandang dana pihak ketiga, Jueni berhasil menghidupkan ekonomi kreatif masyarakat di wilayah Kampung Juga Lebak. Dengan inisiatif sendiri juga Jueni mendirikan usaha kecil menengah (UKM) yang di beri nama “UKM Bogor Juga” sebagai badan usaha miliknya.

“Maksud tujuan melakukan kegiatan UKM Bambu adalah ingin mengangkat potensi pemuda yang kreatif agar mau berkarya yang pada akhirnya bisa menghasilkan ekonomi sehingga mengurangi pengangguran di kalangan pemuda,” ujar Jueni kepada Kupas Merdeka ketika di temui di kediamannya, Senin (8/8).

Jueni memamerkan sebagian dari karyanya yang tengah dikerjakan (dok. KM)

Advertisement
Jueni memamerkan sebagian dari karyanya yang tengah dikerjakan (dok. KM)

“Ini baru permulaan, di awali dari yang mudah yaitu membuat Teko dan Gelas, saya sudah mengkonsep untuk aksesoris lainnya yang terbuat dari bahan dasar bambu,” tambahnya.

Untuk pemasaran produk-produk yang di hasilkan, UKM Bogor Juga bekerjasama dengan Komunitas Kesundaan se-Jawa barat dan Profesor Syarif Bastaman, seorang tokoh Kasundaan yang jadi panutan dan konseptor yang membesarkan seni budaya Sunda, untuk membantu memasarkan sampai ke luar daerah dalam acara seminarnya.

“Dan Alhamdulillah di Lampung dan Pontianak sudah memakai produk saya. Dan saya juga bekerjasama dengan Distro Abah Bogor di Semplak. Adapun harga kita bervariasi mulai dari 15 ribu sampai dengan 300 ribu tergantung tingkat kesulitan dan ukirannya,” ujar Jueni.

Teko dan cangkir dari bambu, buatan UKM Bogor Juga (dok. KM)

Teko dan cangkir dari bambu, buatan UKM Bogor Juga (dok. KM)

Jueni juga mengungkapkan bahwa dalam usaha kreatif, “perlu dukungan kuat terhdap kreatifitas dan karya yang dihasilkan UKM Bogor Juga, sehingga pada akhirnya dapat mengangkat kreatifitas pemuda dan membantu perekonomian masyarakat yang maju dan mandiri.” (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

2 Comments

  1. Putri Wulan Sari 09/11/2016 at 3:01 pm

    Boleh saya minta contact UKM Bogor pengrajin teko & gelas bambu ini? Terima kasih.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: