Saudi Jatuhkan Bom atas Sekolah di Yaman, Bunuh 10 Anak

Anak-anak berdiri di tengah reruntuhan sebuah bangunan yang terkena serangan udara di San'a, Yaman (dok. AFP)

(KM) Setidaknya 10 anak terbunuh dan hampir 30 lainnya luka-luka setelah pasukan Arab Saudi melakukan serangan udara ke sebuah sekolah Islam di bagian barat laut Yaman, menurut sebuah laporan organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (“Doctors Without Borders”/ Dokter Lintas Batas).

Kabar tersebut disampaikan melalui akun Twitter resmi MSF, Sabtu 13/8.

Sebuah video yang muncul di katalog video Ruptly terkait pembantaian tersebut menunjukkan sejumlah anak sekolah dengan luka-luka di kepala, lengan dan kaki sedang diusung. Tampak juga foto-foto jasad anak-anak yang terbunuh dalam sebuah serangan udara, sebagian dengan tubuh terpotong dan tertutup debu.

Video tersebut dapat dilihat di sini, di sini dan foto-fotonya disini.

Yaman, negara termiskin di kawasan Timur Tengah, kini sedang menghadapi serangan militer dari koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi dan didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris, yang bertujuan ingin mengembalikan tampuk kekuasaan kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dan menyingkirkan kelompok Ansarullah yang telah mengambil alih kekuasaan di negara Arab tersebut. Serangan militer koalisi Arab Saudi berawal Maret 2015 silam dan perang itu hingga kini telah menelan setidaknya 10 ribu korban jiwa dan 16 ribu luka-luka, serta jutaan warga Yaman terancam kelaparan menyusul blokade laut yang diterapkan oleh angkatan laut koalisi Saudi.

Advertisement

Perang Yaman menjadi sorotan dunia dengan banyaknya korban jiwa rakyat sipil yang berjatuhan, terutama dari kalangan wanita dan anak-anak. Setidaknya 9 rakyat sipil terbunuh awal Agustus 2016 setelah serangan udara koalisi Saudi menjatuhkan bom-bom keatas sebuah pabrik keripik kentang di ibukota Yaman, San’a.

September 2015 lalu, serangan udara koalisi Saudi membunuh 131 warga sipil yang tengah merayakan sebuah pesta pernikahan di desa Al-Wahijah.

Sebelum itu, pada April 2015, serangan udara yang menargetkan sebuah pasar di desa Mastaba di daerah utara Yaman membunuh sekitar 119 warga sipil, termasuk 22 anak-anak, menurut laporan UNICEF, lembaga PBB yang menangani urusan anak.

Adapun seluruh persenjataan yang digunakan oleh koalisi pimpinan Saudi berasal dari AS dan Inggris, yang menimbulkan kontroversi dengan tudingan keterlibatan pemerintah kedua negara tersebut dalam pembantaian rakyat sipil di Yaman. Kerajaan Arab Saudi adalah salah satu mitra utama bagi AS dan Inggris dalam bidang perdagangan senjata dan perlengkapan militer.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon pekan lalu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya korban anak-anak dalam konflik tersebut. “Saya masih merasa kekhawatiran mendalam terhadap perlindungan anak-anak Yaman,” kata Sekjen PBB, seperti yang dikutip oleh AFP. Sebuah laporan PBB mengungkap bahwa koalisi pimpinan Arab Saudi bertanggungjawab atas setidaknya 60 persen dari seluruh korban jiwa anak-anak di Yaman pada tahun 2015. (HJA/RT)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*