Rawan Longsor, Bangunan SDN Tegal 4 Kemang Terancam Rubuh

Seorang siswi SDN Tegal 4 Kemang menunjukkan kios warga sebelah sekolah yang sudah roboh sebagian akibat longsor (dok. KM)
Seorang siswi SDN Tegal 4 Kemang menunjukkan kios warga sebelah sekolah yang sudah roboh sebagian akibat longsor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Musim penghujan telah tiba, khususnya di wilayah kabupaten Bogor. Dampaknya, kondisi tanah yang tidak stabil akan mengalami erosi serta pergerakan sehingga perlu antisipasi sejak dini dari pihak-pihak terkait.

Diantara lokasi yang berada dalam kondisi bahaya longsor adalah Sekolah Dasar Negeri 04 Tegal, Desa Tegal kecamatan Kemang kabupaten Bogor yang terancam rubuh pada 3 bangunan sekolah karena adanya pergeseran tanah.

Posisi sebagian bangunan sekolah berada di sisi tebing yang menghadap jalan raya, namun hingga saat ini masih belum ada perbaikan untuk mencegah erosi pergerakan tanah yang terjadi.

Kondisi terparah tampak pada bangunan kios milik warga yang sudah tergerus longsor diguyur derasnya hujan sehingga sebagian bangunan mengalami rusak parah pada tembok belakang yang tidak jauh dari bangunan sekolah.

Pihak sekolah yang khawatir akan hal itu sudah melaporkan kepada instansi terkait seperti pihak Desa dan kecamatan, namun belum ada respon yang diterima.

Mariamah selaku kepala sekolah mengungkapkan sangat prihatin dengan sekolah yang ia pimpin saat ini, terlebih lagi bila terjadi sesuatu di luar dugaan atas bangunan sekolah dan anak-anak sekolah saat belajar.

Advertisement

“Sebagai pihak sekolah kita tidak mau erosi tanah membuat bangunan sekolah ambruk tiba-tiba, terlebih ada korban yang jatuh” ucapnya kepada KM, Jumat 12/8.

Ia mengaku, memang saat ini proses belajar belum ada gangguan, dan masih berjalan seperti biasa dan kepada anak didik sudah disampaikan agar tetap berhati-hati serta waspada di titik yang rawan longsor.

“Saat ada gerakan tanah dan mengetahui ada bangunan kios sebelah sekolah yang ambruk, langsung kita buat papan pemberitahuan sehingga lebih wasapada,” jelasnya.

Wanita yang biasa disapa Bunda Imah itu meminta agar pihak terkait memberikan solusi sehingga tidak berdampak terhadap proses belajar mengajar.

“Dinas terkait di kabupaten Bogor agar lebih memperhatikan serta memberikan solusi sehingga kita nyaman dalam mendidik anak-anak dalam bersekolah,” ujarnya dengan tegas. (ids)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*