Gadis Sarjana Pariwisata Sukses Kembangkan Bisnis Bengkel Motor di Kemang

Kenlis (berbaju putih) sedang memantau usaha bengkel dan toko perlengkapan motor nya (dok. KM)
Kenlis (berbaju putih) sedang memantau usaha bengkel dan toko perlengkapan motor nya (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pada umumnya, seorang yang menyelesaikan pendidikan tinggi dan menyandang gelar akan berusaha mendapatkankan pekerjaan dengan gaji serta fasilitas kantor yang mumpuni.

Namun berbeda dengan sosok gadis bernama Kenlis Aprilianti S.Tr.Par (23), warga Kampung Pondok Udik RT 3 RW 1 Desa Pondok Udik Kecamatan Kemang, seorang sarjana perhotelan yang kini mendalami usaha bengkel dan toko perlengkapan motor.

Banyaknya jumlah pemilik kendaraan roda dua atau sepeda motor tentu membuka potensi bisnis reparasi otomotif, terutama bengkel servis sepeda motor.

Wanita kelahiran tahun 1993 ini pun mengaku sangat senang bisa meneruskan bisnis bengkel motor yang didirikan ayah kandungnya tersebut meskipun sejatinya bukan bidang akademik yang selama ini ia pelajari sebagai lulusan Fakultas Ilmu Perhotelan.

“Awalnya sih memang agak canggung, tapi saya coba tekuni dan nikmati. Ternyata hasilnya cukup lumayan dan konsumennya hari demi hari terus bertambah banyak,” ujar Kenlis saat di temui KM di sela-sela menjaga tokonya, Jumat 12/8.

Gadis yang sering disapa Dede ini juga menjelaskan pilihan menekuni dunia otomotif yang semakin dinikmati, selain mendapat keuntungan sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan.

Sebagai seorang pemudi dan generasi muda, Dede mengungkapkan bahwa dirinya ingin menunjukan dan membuktikan semangat serta kemampuannya dalam mengelola dunia usaha, “meskipun usaha bengkel motor.”

Menurutnya seharusnya para sarjana harus mengubah konsep serta paradigma pemikiran yang tepat. Bukan berarti bekerja kepada orang lain tidak tepat, namun dengan membuka usaha ada tantangan tersendiri dalam mengelola dan juga membuka lapangan pekerjaan. “Meskipun hal tersebut butuh kerja keras dan ketekunan,” tambahnya.

Advertisement

“Meski sangat jauh berbeda dengan bidang ilmu yang saya dapatkan saat kuliah dulu, tapi saya yakin dan optimis, mampu mengembangkan usaha bengkel motor ini hingga besar dan maju. Perbaikan ekonomi ada di tangan generasi muda sehingga saatnya berpikir maju dan menciptakan gaji sesuai yang kita inginkan,” terangnya.

Penyandang gelar Sarjana Terapan Perhotelan dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta yang wisuda pada tahun 2015 lalu ini sangat optimis usaha bengkel motor yang dikelolanya mampu berkembang dengan baik.

“Kuncinya kita mau belajar, dan saat ini aplikasi Google sudah sangat membantu sehingga dapat diterapkan dengan selalu memakai perhitungan yang matang,” ujarnya sambil sumringah.

Selain melayani service perbaikan motor, masih kata Dede, bengkel yang diberi nama Pondok Jaya Motor ini juga menjual berbagai macam suku cadang sepeda motor dari berbagai jenis dan merk. Tersedia pula macam-macam aksesoris motor dan alat-alat perlengkapan keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara sepeda motor, seperti jas hujan, helm dan sebagainya. Selain itu, bengkel Pondok Jaya Motor juga menyediakan tempat steam (pencucian) sepeda motor dan mobil.

“Tentu saya ingin memaksimalkan kesempatan dan lahan yang ada. Kebetulan kedua orang tua saya sangat mendukung usaha ini,” tutupnya. (IDS)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*