Menkumham Akan Kaji Status Kewarganegaraan Arcandra Tahar

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly (dok. KM)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly memaparkan bahwa pihaknya akan mengkaji status kewarganegaraan mantan menteri ESDM Arcandra Tahar yang dicopot dari jabatannya beberapa waktu lalu karena dirinya merupakan warganegara Amerika Serikat.

“Itu dalam kajian kita, dan kita sudah dapat dokumen penelitian dari Dirjen Imigrasi, beliau sudah di verifikasi, sudah ada Certificate of Renunciation of US Citizenship dari State Department [kementerian luar negeri –red] AS melalui konsulat jenderalnya di bawah sumpah, di mana artinya secara umum dia (bapak Arcandra) telah melepaskan kewarganegaraannya,” jelas Menkumham.

“Di dalam peraturan Pemerintah, sebagai tindak lanjut dari undang-undang kewarganegaraan, ada prosedur seseorang yang kehilangan kewarganegaraan itu akan ditindaklanjuti melalui Surat Keputusan Menteri dengan daftar kehilangan kewarganegaraan.”

“Pada saat kita proses untuk menerbitkan SK itu, karena ada informasi kewarganegaraan, kita menemukan fakta baru, fakta baru itu adalah dia sudah kehilangan kewarganegaraan dan pada saat kita mengeksekusi supaya kewarganegaraannya dicabut melalui keputusan menteri, kita mendapatkan kesulitan karena asas dalam undang-undang kewarganegaraan kita tidak boleh dwikewarganegaraan  dan tidak boleh juga stateless [tidak memiliki kewarganegaraan –red].”

“Bahkan di dalam Peraturan Pemerintah pasal 31 ayat 2 kalau seseorang yang memohon supaya kewarganegaraannya dicabut, Presiden dapat mencabutnya, tetapi kalau ternyata dengan pencabutan kewarganegaraannya itu menjadikan seseorang menjadi stateless bahkan dalam undang-undang kewarganegaraan kita juga menurut pasal 36 kalau tidak salah kalau seorang pejabat negara yang mencabut kewarganegaraan seseorang mengakibatkan seseorang itu kehilangan kewarganegaraannya dia dapat dipidana satu tahun.

Advertisement

Jadi, kalau saya teruskan ini, saya terbitkan keputusan bahwa Arcandra dicabut kewarganegaraannya karena telah menerima kewarganegaraan Amerika, formalnya sedikit berarti saya bisa dipidana juga dong satu tahun dan juga kita telah melanggar undang-undang kewarganegaraan kita yang mengandung asas tidak boleh stateless, nah itu sedang  kami kaji di komisi 3,” tutup Yasonna.

Polemik dwikewarganegaraan Arcandra Tahar sempat memanas beberapa waktu lalu dengan berbagai spekulasi. Adapun menurut pakar hukum tata negara dan mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid, Mahfud MD, seperti yang dikutip oleh Antara, status kewarganegaraan Indonesia bagi Arcandra Tahar telah otomatis hilang ketika dirinya menjadi warga negara AS karena hukum di Indonesia tidak membolehkan adanya dwikewarganegaraan.

Buntut dicopotnya Arcandra, kini posisi Menteri ESDM dirangkap oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (indra falmigo)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*