Lisdes Jadi Ajang Pungli di Desa Pangradin

BOGOR (KM) – Program subsidi listrik desa (Lisdes), salah satu program dari Kementrian ESDM yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang belum terpasang instalasi listrik, ternyata masih rawan dijadikan ajang pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum aparatur desa. Salah satu realita ditemukan oleh Kupas Merdeka di Desa Pangradin, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (12/8) lalu.

Melalui proses pelaksanaan lelang, pekerjaan lisdes dilaksanakan oleh CV Nurshita Harsam sebagai pemenang tender. Namun, pihak penerima manfaat dipungut biaya sebesar Rp. 200.000 oleh oknum aparatur desa untuk pemasangan listrik yang seharusnya gratis.

“Mereka bilang bahwa lisdes ini gratis, tapi pada kenyataannya kami dipungut biaya sebesar dua ratus ribu dengan alasan untuk membayar pekerja yang memasang instalasi,” ujar salah satu penerima manfaat yang tidak mau disebutkan namanya kepada KM, Jumat lalu.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Pangradin, Soleh, mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya pungli yang dilakukan oleh aparatur desanya.

Namun bertolak belakang dengan keterangan kades, sekdes Pangradin, Deni, membenarkan adanya pungutan sebesar Rp. 200.000, yang menurutnya suatu yang lumrah dan sering dilakukan bukan di desanya saja. Ia mengklaim bahwa “apa yang (mereka) lakukan adalah hasil musyawarah mufakat dengan si penerima manfaat.”

Advertisement

“Pungutan yang kita lakukan karena CV Nurshita Harsam selaku pemenang lelang hanya membayar pekerja Rp.20.000 sampai dengan Rp.30.000, itu pun melalui pelaksana. Bahkan pemborong perusahaan tersebut belum pernah ada di lapangan,” ujar Deni.

Lebih lanjut Deni mengatakan, “kami mohon kepada Dinas ESDM agar menegur CV. Nurshita Harsam, yang ternyata mendapatkan lima paket pekerjaan pemasangan lisdes, yakni di Desa Tapos, Desa Ciomas Kecamatan Tenjo, sedangkan di  Kecamatan Jasinga, Desa Pangradin, Desa Tegalwangi dan yang satu lagi saya lupa, semua bermasalah,” katanya.

Ketika dikonfirmasi melalui media WhatsApp, Kadis ESDM Kabupaten Bogor Ridwan menegaskan kembali, “program lisdes tidak ada pungutan apapun alias gratis. Kalau memang datanya ada tolong kirim ke kantor, saya akan tindaklanjuti,” tegas Ridwan, Sabtu (13/8).

Menutupi tudingan pungli yang dilakukan oknum aparatur desanya, Sekdes Pangradin Deni membuat surat pernyataan di atas materai dari penerima manfaat kalau pungutan itu dilakukan atas “persetujuan musyawarah mufakat,” yang sebelumnya tidak ada surat pernyataan di atas materai dari penerima manfaat. (HR/HN/Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*