Kepala Perpusnas: “Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Rendah, Kembangkan Perpustakaan”

(Kiri-kanan) Kepala kantor perpustakaan Jakarta Timur Fadlan, kepala Badan perpustakaan dan arsip provinsi DKI Jakarta Tinia Budiati, sekertaris kota administrasi Jakarta Timur H. Jayadi, Anggota DPR.RI Dra. SB Wiryanti Sukmadani, Staf Ahli Perpustakaan Nasional Subekti Andrayani (dok. KM)
(Kiri-kanan) Kepala kantor perpustakaan Jakarta Timur Fadlan, kepala Badan perpustakaan dan arsip provinsi DKI Jakarta Tinia Budiati, sekertaris kota administrasi Jakarta Timur H. Jayadi, Anggota DPR.RI Dra. SB Wiryanti Sukmadani, Staf Ahli Perpustakaan Nasional Subekti Andrayani (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Selasa 9/8 kemarin mengadakan acara Safari Gerakan Gemar Membaca Nasional, di Auditorium kantor Walikota Jakarta Timur.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muh Syarif Bando, M.M., Anggota Komisi X DPR RI Dra. SB Wiryanti Sukmadani, Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi DKI Jakarta (BPAD) Tinia Budiati. Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Timur Fadlan Zuhran.

Kegiatan ini diikuti 300 peserta berasal dari bermacam unsur komponen lapisan masyarakat Kota Jakarta.

Dalam sambutannya kepala Perpustakaan Nasional RI mengungkapkan harapannya agar masyarakat “lebih mencitai budaya lokal daripada budaya asing”, serta kekhawatirannya melihat indeks pembangunan manusia Indonesia pada tahun 2015 menempati peringkat ke-110 dari 187 negara.

“Berdasarkan penilaian United Nations Development Programme (UNDP), indeks pembangunan manusia Indonesia tahun 2015 menyatakan Indonesia menempati peringkat ke 110 dari 187 negara, dengan nilai indeks 69,55, dibawah peringkat Malaysia 62 dan Thailand 93. Hal ini menunjukan pemerintah Indonesia masih harus bekerja keras untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sejahtera,” papar Syarif.

Ia juga menjelaskan bahwa menurutnya, untuk mencerdaskan masyarakat, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait serta berbagai komponen masyarakat harus terus mengupayakan pendidikan baik formal maupun nonformal, dan salah satunya melalui pengembangan perpustakaan sebagai sarana belajar.

“Perpustakaan berperan penting dan memiliki fungsi pendidikan, penelitian, referensi dan informasi serta rekreasi,” tegasnya.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi DKI Jakarta Tinia Budiati juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan untuk warga Jakarta, diantaranya 2 gedung perpustakaan tingkat Provinsi dan 2 mobil perpustakan keliling besar.

Advertisement

“Adapun 1 gedung perpustakan DKI Jakarta berada di kawasan pusat bisnis, di Gedung Nyi Ageng Serang Kuningan Jakarta Selatan dan satu lagi ada di Taman Ismail Marzuki, Cikini Jakarta Pusat, dan untuk mobilitas kontener, tergantung kebutuhan dari permintaan perpustakaan sekolah atau perpustakaan kecamatan. Sedangkan di 5 wilayah kantor administrasi di kantor kabupaten kepulauan seribu, telah tersedia masing-masing ada 1 perpustakaan,” jelas Tinia.

Ia juga memaparkan bahwa pemerintah DKI Jakarta telah menyediakan 33 unit mobil perpustakaan keliling untuk kegiatan operasional di lima wilayah kantor kota administrasi dan 1 kantor kabupaten kepulauan seribu, untuk melayani 229 titik. Ada yang di sekolah, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), perpustakaan sekolah dan perpustakaan Kecamatan.

Menyikapi perkembangan teknologi, BPAD Jakarta juga tidak ketinggalan, dengan diterapkannya aplikasi “iJakarta”.

“Di zaman era globalisasi atau teknologi seperti sekarang ini, kami sebagai pemerintah provinsi DKI Jakarta telah menyikapinya dengan menciptakan suatu program berbasis Teknologi Informasi online dengan nama iJakarta. Bersama hadirnya program iJakarta ini, kami bertujuan untuk mempermudah bagi warga masyarakat kota Jakarta untuk mengenal lebih dalam lagi, apa bagaimana, kenapa;  perpustakaan bisa menjadi tempat sarana atau wadah untuk membaca buku, surat kabar, majalah, dan internet. Dengan mendownload aplikasi iJakarta, masyarakat bisa dengan sangat mudah untuk membaca buku, koran bahkan menjadi anggota perpustakaan dan mengetahui segala macam kegiatan atau informasi yang ada di Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta, semuanya gratis,” jelas Tinia. (Rully)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*