Kembangkan Minat Baca, Perpustakaan Depok Gelar Talkshow “Tebar Virus Literasi Informasi”

Foto bersama narasumber talkshow Maman Suherman (batik, tengah) diapit oleh Mpok Depok dan ka. Kantor Arsip & Perpus Depok (dok. KM)
Foto bersama narasumber talkshow Maman Suherman (batik, tengah) diapit oleh Mpok Depok dan ka. Kantor Arsip & Perpus Depok (dok. KM)

DEPOK (KM) – Kantor arsip dan perpustakaan kota Depok mengadakan acara talkshow “Tebar Virus Literasi Informasi”, Sabtu kemarin 6/8 di aula Gedung Arsip dan Perpustakaan kota Depok. Acara tersebut menghadirkan Maman Suherman, notulen di acara “ILK” Trans 7, sebagai pembicara.

Selain PNS Balaikota Depok, talkshow tersebut dihadiri juga oleh asisten Edbang kota Depok Eka Bachtiar dan kepala kantor arsip dan perpustakaan kota Depok Siti Chaerijah Aurijah dan dipandu oleh MC Mpok Depok 2016, Suci.

Menurut Siti Chaerijah, kegiatan ini merupakan cara untuk memasyarakatkan minat baca serta amanat Undang-undang No. 43 tahun 2007 untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa serta menunjang program nasional yang dikaitkan dengan pengembangan minat baca masyarakat kota Depok. “Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pemahaman pada peserta talkshow mengenai literasi informasi. Sasarannya adalah 100 peserta lebih yang terdiri dari para PNS di lingkungan balaikota Depok, pengurus TBM (Taman Bacaan Masyarakat), pelajar, guru, dan masyarakat umum,” jelas Siti dalam sambutannya.

Advertisement

Pada acara diskusi tersebut, Maman memaparkan kepada para hadirin bahwa ada 5 cara untuk membentuk budaya literasi, yaitu pendekatan akses fasilitas baca baik buku dan non buku, jika diperlukan buku jemput pembaca seperti Perpusling; kemudahan mendapatkan bahan bacaan; murah tanpa biaya; menimbulkan rasa senang dengan segala keramahan juga atraktif; dan berkelanjutan.

Tampak audiens antusias dengan talkshow tersebut, dari banyaknya pertanyaan kepada pembicara serta kritikan kepada panitia dan perpustakaan. Diantara kritikan yang disampaikan adalah terbatasnya undangan yang dinilai tidak menghadirkan beberapa pemangku jabatan yang berkaitan langsung dengan program. “Acara ini sepertinya tidak akan maksimal, buktinya kenapa undangan ini hanya ditujukan pada PNS saja, sementara Kepala Dinas yang ada kaitanya langsung dengan acara ini seperti Kadisdik, Dispora, dan lain-lain malah tidak diundang bahkan tidak hadir? Jadi hal ini tidak tepat sasaran,” ujar salah satu audiens dari Sawangan, yang disusul dengan tepuk tangan 120 hadirin talkshow itu. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*