Kades Ciadeg Dengan Kanit Pol PP Cigombong Baku Hantam?

Kades Ciadeng dan Kanit Pol PP Cigombong
Kades Ciadeng dan Kanit Pol PP Cigombong "Parebut Seeng" (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kepala Desa (Kades) Ciadeg Ajiz Muslim dengan Kepala Unit (Kanit) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Cigombong Somantri, terlibat baku hantam. Keduanya saling pukul, tangkis, saling terjang dan tendang demi memperebutkan sebuah dandang (“seeng”). Namun, kedua pejabat publik itu tidak terlibat dalam sebuah pertikaian. Akan tetapi, keduanya turut andil dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-71, dengan menampilkan budaya tradisional Pencak Silat “Parebut Seeng”, usai upaca pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan Los Kampung Nagrog RT 2 RW 13, Ciadeg, Cigombong, Rabu (17/8/16) lalu.

Panitia Kegiatan Hut RI Desa Ciadeg, Ujang Munawar, yang juga seorang staf di pemerintahan Desa Ciadeg mengatakan, seni budaya tradisional pencak silat Parebut Seeng merupakan salah satu aset budaya leluhur warga Desa Ciadeg. Namun, saat ini kesenian beladiri tersebut semakin tenggelam dan nyaris punah. “Seni budaya Parebut Seeng sengaja kami munculkan dalam moment peringatan HUT RI tahun ini, sebagai upaya untuk melestarikanya. Bahkan, dalam perayaan kemerdekaan ini seni Parebut Seeng kami pertandingkan antar RW. Tapi bukan untuk mencari juara, namun sekali lagi untuk melestarikan budayanya,” kata Ujang, yang lebih dikenal dengan Kang Doyok itu, saat dijumpai KM di kantor Desa Ciadeg, Jum’at (19/8/16).

Advertisement

Sementara itu di tempat terpisah, Kades Ciadeg Ajiz Muslim, mengatakan, sebagai upaya pelestarian terhadap seni budaya tradisional, pihaknya akan membuat program pembinaan terhadap para seniman dengan menghidupkan kembali sanggar-sanggar seni. “Dalam mewujudkan cita-cita kami untuk melestarikan seni budaya asli peninggalan leluhur, tentunya kami juga perlu dukungan dari pemerintah daerah, dalam hal ini melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Karena kabupaten Bogor sangat kaya potensi seni, seperti yang kami miliki yaitu seni budaya pencak silat Parebut Seeng dan seni musik calung,” tandas Kades. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*