Dinsosnakertrans Bogor Tinjau Pengidap Gangguan Jiwa, Berikan Modal Usaha bagi yang Pulih

Petugas Dinsosnakertrans Kab. Bogor meninjau kondisi salah satu pengidap gangguan jiwa di kecamatan Kemang, Bogor 25/8 (dok. KM)
Petugas Dinsosnakertrans Kab. Bogor meninjau kondisi salah satu pengidap gangguan jiwa di kecamatan Kemang, Bogor 25/8 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor melakukan peninjauan terhadap warga desa Tegal kecamatan Kemang Kabupaten Bogor yang diketahui mengidap gangguan jiwa, Rabu 25/8.

Tim Dinsosnakertrans yang beranggotakan Srimulyani selaku Kasie Pemulihan Sosial, Suratmi selaku Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program serta pendamping home care eks psikotik dan tim penjangkauan/satgas PMKS jalanan turut hadir dalam peninjauan.

Pada aktivitas tersebut, tim meninjau kondisi 2 warga yang mengidap gangguan jiwa, yang diketahui sebagai kakak beradik bernama Slamet (25) serta adiknya Hasan (24), warga Kampung Nagrog, RT 06/06, Desa Tegal, Kecamatan Kemang.

Menurut pengamatan tim Dinsosnakertrans, perkembangan kesehatan kejiwaan Slamet lebih baik bila dibandingkan dengan Hasan yang masih dalam pengobatan rawat jalan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Srimulyani mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan berkaitan dengan kondisi akhir bahwa salah satu pasien sudah mengalami perkembangan dan selanjutnya akan di berikan bantuan berupa modal usaha.

“Bagian dari program pemerintah pusat melalui PSBL Phalamartha Kemensos RI memberikan modal Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada warga yang sudah pulih dari gangguan jiwa,” ucapnya kepada KM.

Yani menambahkan, modal kerja yang diberikan disesuaikan dengan minat si penerima sehingga bantuan memiliki progres berkelanjutan.

“Tujuan awalnya agar warga yang sudah sehat dari gangguan jiwa memiliki aktifitas dari aspek psikologis sehingga pikiran dapat bekerja,” lanjutnya.

Menurut Yani, sesuai data yang diperoleh di desa Tegal dan Pondok Udik, ada 4 warga yang sudah dapat beraktifitas normal, namun bingung untuk mencari pekerjaan sehingga diperlukan modal dan pelatihan untuk berwiraswasta.

“Mereka dapat berternak ayam, kambing yang tidak butuh aktifitas fisik dan pemikiran yang besar namun dapat menghasilkan dan bermanfaat kepada dirinya dan keluarga,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kasubag Program Dinsosnakertrans menambahkan bahwa program ini akan terus dilakukan pemantauan oleh pihaknya serta diperbantukan dari pihak desa.

“Kita inginkan dari penjangkauan dan bantuan yang diberikan berdampak positif kepada si penerima sehingga menambah taraf hidup dan utama ya jauh lebih sehat,” ujar Suratmi.

Selain itu ia mengatakan perlu dukungan dari pihak keluarga si penerima dan lingkungan sekitar atas program ini bahwa pengidap gangguan jiwa boleh disembuhkan dan diberikan kesempatan untuk berkarya.

“Semua harus ambil bagian dan turut mendukung sehingga program ini dapat berjalan,” imbuhnya.

Ia juga berpendapat bahwa kegiatan seperti ini sudah intens dan berkala dilakukan bagi para pengidap gangguan jiwa, dengan terlebih dahulu pasien mendapat pengobatan di rumah sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Setelah mengalami perkembangan akan diberikan modal kerja serta pelatihan.

“Pengidap gangguan jiwa bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga masyarakat harus tahu dan mengerti sekaligus pemerintah melakukan perlindungan dan pengayoman,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap oleh Eni (45), orangtua Hasan dan Slamet, yang mengatakan bahwa penjangkauan serta bantuan modal yang akan diberikan oleh Dinsosnakertrans sangat bermanfaat kepada anaknya yang saat ini sudah kembali hidup normal.

“Alhamdulillah, dengan adanya hal seperti ini anak saya lebih termotivasi sehingga dapat menjalani hidup normal kembali,” tuturnya.

Menurut janda 8 anak ini, kejadian yang menimpa kedua anaknya hingga mengalami gangguan jiwa diawali sejak sang ayah meninggal dunia sehingga beban ekonomi mulai tidak dapat dipenuhi.

“Sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan pasca trauma sepeninggal sang suami beberapa waktu silam membuat kejiwaan ke dua sang anak terganggu,” paparnya dengan mimik sedih. (IDS)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*