Upaya Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bogor dalam Menghadapi MEA

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Dace Supriadi, SH, M.Si
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Dace Supriadi, SH, M.Si

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membawa suatu peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi Indonesia. Dengan diberlakukannya MEA, negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing Negara.

Melalui MEA akan terjadi integrasi yang berupa “free trade area” (area perdagangan bebas), penghilangan tarif perdagangan antar negara ASEAN, serta pasar tenaga kerja dan pasar modal yang bebas, yang akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap negara. Ibarat pisau bermata dua manfaat dari implementasi MEA itu bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia tentu tergantung pada cara menyikapi era pasar bebas tersebut.

Melalui Visi Dan Misi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Dan Perdagangan Sesuai dengan Visi Kabupaten Bogor yang tercantum di dalam Rancangan RPJMD kabupaten Bogor tahun 2013-2018 adalah “Menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia”. Dalam rangka mendukung Visi Kabupaten Bogor dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta masukan-masukan dari stakeholders, maka Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bogor menetapkan Visi “Terwujudnya Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Termaju Dalam Pelayanan untuk Meningkatkan Daya Saing Dengan Mengutamakan Kualitas dan Kuantitas“.

Visi ini dimaksudkan mewujudkan pengembangan dan penumbuhan usaha dibidang Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yang berdaya saing, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusianya sehingga Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor menjadi terunggul di Indonesia.

Sedangkan misi Dinas ada 7 misi yaitu  (1) Meningkatkan Profesionalisme Aparatur yang didukung dengan peningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  (2) Meningkatkan kelembagaan Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (3) Meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (4) Meningkatkan produktivitas usaha Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (5) Meningkatkan permodalan usaha Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (6) Meningkatkan perdagangan dalam dan Luar Negeri dan (7 ) Meningkatkan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan perlindungan konsumen.

Tak hanya itu menurut Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi juga mempunyai Strategi dalam mencapai tujuan sasaran dari visi misi tersebut yaitu yang pertama  Memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, kedua  Memberdayakan Industri Kecil dan Menengah dan ketiga  Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Perdagangan.

Untuk menghadapi era pasar bebas se-Asia Tenggara itu, dunia usaha di Tanah Air tentu harus mengambil langkah-langkah strategis agar dapat menghadapi persaingan dengan negara ASEAN lainnya, tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Bogor sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) serta sektor Industri Kecil dan perdagangan di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Dace Supriadi, SH, M.Si mengatakan bahwa persiapan Dinas Koperasi Koperasi dan UKM untuk menghadapi era MEA sudah berupaya dengan sebaik-baiknya. Sejauh ini persiapan Koperasi dan UKM/IKM  Perindutrian dan Perdagangan untuk menghadapi era MEA  ini cukup baik, Dinas telah melaksanakan beberapa upaya strategis, salah satunya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan KUKM mengenai pemberlakuan MEA. Adapun langkah-langkah antisipasi yang telah disusun Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu pelaku KUKM menyongsong era pasar bebas ASEAN itu, antara lain peningkatan wawasan pelaku KUKM terhadap MEA, peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk KUKM lokal, penciptaan iklim usaha yang kondusif. Salah satu faktor hambatan utama bagi sektor Koperasi dan UKM untuk bersaing dalam era pasar bebas adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku KUKM yang secara umum masih rendah.

Untuk meningkatkan kualitas pelaku KUKM, telah dilaksanakan berbagai pembinaan dan pelatihan, baik yang bersifat teknis maupun manajerial. Namun, banyaknya tenaga kerja yang tidak terampil tentu berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan,” katanya.

Advertisement

Oleh karena itu, Dinas melakukan pembinaan dan pemberdayaan KUKM yang diarahkan pada peningkatan kualitas dan standar produk, agar mampu meningkatkan kinerja KUKM untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.

Sektor Koperasi dan UKM yang paling penting untuk dikembangkan dalam menghadapi MEA  itu  yang terkait dengan industri kreatif dan inovatif, handicraft, home industry, dan teknologi informasi.

Untuk mewujudkan pencapaian kinerja dan arah kebijakan dan strategi itu, pada tahun 2016 ini Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor telah menyiapkan 15 program, 131 kegiatan,  yaitu :

Bidang Usaha Kecil Mikro  dan Koperasi  yaitu :

  1. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif
  2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah
  3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah
  4. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

Bidang Perdagangan antara lain :

  1. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan
  2. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor
  3. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

Bidang industri adalah :

  1. Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi
  2. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
  3. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri
  4. Program Penataan Struktur Industri

Program pendukung yaitu :

  1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
  2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
  3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
  4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Pelatihan, Bimtek dan Sosialiasi yang telah dilaksanakan dalam upaya peningkatan pemahaman, keterampilan para pelaku UMKM, seagai berikut :

Bidang Perindustrian

Pelatihan AMT Produk Aneka jumlah peserta 50 orang, pelatihan Gugus Kendali Mutu (GKM) Produk Aneka jumlah peserta 60 orang, Peningkatan Mutu dan Desain Kemasan Industri Kecil Agro jumlah peserta 30 orang, Workshop Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pada Produk Industri Kabupaten Bogor jumlah peserta 75 orang.

Pengembangan IKM Jasa Elektronik dan IKM Mesin jumlah peserta 30 orang, Pelatihan GMP jumlah peserta 60 orang, dan Pelatihan Peningkatan SDM IKM Logam jumlah peserta  40 orang.

Bidang Perdagangan

Pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor Untuk UKM jumlah peserta 20 orang, Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Internasional dan SKA (Surat Keterangan Asal) Barang Ekspor jumlah peserta 100 orang dan mengikut sertakan pelaku UMKM pada Pameran Inacraft dan Crafina.

 Bidang Koperasi

Pelatihan Akuntansi Koperasi jumlah peserta 40 orang, Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD jumlah peserta 40 orang, Peningkatan dan Pengembangan Kerjasama Usaha Koperasi jumlah peserta  80 orang, elatihan Perkoperasian Bagi Organisasi Pemuda, Siswa/Siswi SLTA, Kader Pembina Koperasi, Majelis Taklim/Tokoh Masyarakat jumlah 50 orang, Pengembangan Sistem Aplikasi Akuntansi Koperasi dan Pendampingan jumlah peserta sebanyak 25 orang, dan Pelatihan Pengawas Koperasi jumlah peserta 25 orang.

Bidang Usaha Kecil Menengah

Pengembangan IKM Jasa Elektronik dan IKM Mesin jumlah peserta 30 orang, Pelatihan Diversifikasi Usaha Bagi UMKM jumlah peserta 50 orang, Akses Permodalan UMKM peserta 120 orang, Peningkatan Kemitraan Investasi UMKM Dengan Dunia Usaha jumlah peserta 50 orang, Pengelolaan Legalitas dan Sertifikasi Produk UMKM jumlah peserta 150 orang, Penyelenggaraan Pelatihan Manajemen dan  Kewirausahaan jumlah peserta 105 orang dan  Penyelenggaraan Tematik Wilayah Pelatihan Manajemen dan Kewirausahaan 50 orang.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan berharap dari beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 ini diharapkan hasilnya adalah adanya peningkatan-peningkatan pelaku usaha Industri Kecil Menengah dari sektor kualitas produk, kuantitas, Sumber Daya Manusia, Kelembagaan, Kewirausahaan, akses permodalan yang pada akhirnya adalah meningkatnya daya saing produk untuk kesejahteraan UMKM Kabupaten Bogor pada era MEA tahun 2016 ini. (PK/Tyr)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*