Tuding Pemkab Tidak Serius Perhatikan Bogor Selatan, BANCET Usulkan Pemekaran

Imam Wijaya SH, ketua Budget Analysis CEnter (BANCET)
Imam Wijaya SH, ketua Budget Analysis Center (BANCET)

BOGOR (KM) – Wilayah selatan Kabupaten Bogor merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, khususnya di sektor pariwisata.

Kawasan selatan Kabupaten Bogor memiliki banyak objek pariwisata andalan dan ikonik. Di antaranya kawasan wisata Puncak yang dikenal hingga mancanegara, daerah berhawa sejuk dipenuhi hamparan perkebunan teh, perbukitan dan gunung, tempat wisata konservasi eks situ Taman Safari Indonesia (TSI), Taman Wisata Matahari (TWM), ratusan hotel, restoran, resort, cottages, dan sebagainya.

Kawasan selatan yang menyimpan banyak objek wisata alam seperti sungai, air terjun, maupun danau, juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara yang tak pernah sepi setiap tahunnya. Sehingga dalam perkembangannya memicu pesatnya bisnis wisata arung jeram (rafting) di kawasan Caringin. Selain itu, ada pula Desa Pancawati yang dikenal sebagai pusat outbound.

Namun, Pemkab Bogor dinilai belum begitu serius dalam mengelola kawasan strategis tersebut. Pemerintah dianggap hanya menjadi penonton tanpa ada inisiatif untuk mengelola dan mengatur wilayah yang bisa berdampak pada melesatnya PAD Kabupaten Bogor dan menurunnya angka kemiskinan serta pengangguran di Bogor Selatan.

“Ratusan vila-vila liar tak kunjung dibenahi. Pajak-pajak hotel diduga kuat banyak yang bocor, kemacetan yang tak kunjung usai, imigran ilegal bebas berkeliaran dan investor-investor kakap yang mengusir masyarakat dengan uangnya. Persoalan-persoalan yang tidak bisa diatasi oleh Pemkab Bogor menjadi landasan kuat untuk merdeka dari Kabupaten Bogor,” ungkap Ketua Budgeting Analisis Center (Bancet), Imam Wijaya, SH.

Advertisement

Tokoh pemuda Bogor Selatan ini mengatakan, alasan lain sudah layaknya pemekaran karena berbagai bentuk ketimpangan terjadi. “Dari pembangunan infrastruktur yang tidak merata sampai pelayanan publik yang jauh dari pusat pemerintahan. Penyumbang PAD terbesar tak seharusnya angka kemiskinan tinggi, tapi itu terjadi di Kabupaten Bogor. Bogor selatan hanya tempat usaha Kabupaten Bogor dan banyak dinikmati di luar Bogor selatan,” ujarnya.

Hal di atas, kata Imam, akan terjawab apabila masyarakat setempat bisa memerdekakan diri dari Kabupaten Bogor. “Berbagai persyaratan sudah terpenuhi, baik scra administratif, jumlah penduduk, luas wilayah maupun potensi yang dimiliki. Tinggal menggalang kekuatan untuk memperjuangkannya,” tegasnya.

Selanjutnya, Imam mengatakan, demi kemaslahatan masyarakat pihaknya akan konsolidasi dengan beberapa tokoh di tujuh kecamatan agar gagasan ini tidak hanya wacana tapi diperjuangkan. (Raden/Cep)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*