Ratusan Petani Penggarap Terdampak Tol Bocimi Dapat Ganti Rugi

Sejumlah petani menerima ganti rugi pembebasan lahan pada proyek Tol Bocimi, Bogor 15/7 (dok. KM)
Sejumlah petani menerima ganti rugi pembebasan lahan pada proyek Tol Bocimi, Bogor 15/7 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sebanyak 287 petani penggarap di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mendapatkan ganti rugi dari Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka mendapatkan ganti rugi untuk 259 bidang lahan garapan yang terkena pembangunan megaproyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I.

Pencairan ganti rugi dilakukan di Komplek Masjid Biru, Jalan Mayjen HE Sukma, Harjasari, Kota Bogor, Jumat (15/7/2016). Proses pembagian dilakukan sejak pukul 08.00 wib sampai sore. Pencairan dilakukan secara transfer ke para penggarap melalui bank BRI.

Pengawas Lapangan Kementerian PU, Agus Sulistiyanto, mengatakan, total ganti rugi yang dibayarkan kepada penggarap sebesar Rp 4,2 miliar. “Semua tanaman yang di tanam di atas tanah Lido Nirwana Parahyangan (MNC Land) itu dibayar. Semoga masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujarnya.

Advertisement

Ngadiyo dari Sekretariat Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Bogor, menambahkan, yang membayar adalah pemerintah melalui Kementerian PU. “Sedangkan BPN hanya memvalidasi data yang diusulkan oleh PU dan Pemerintah Desa. Tapi kami bersyukur dari awal clear, tak ada komplen atau masalah,” katanya.

Sedangkan besaran ganti rugi sesuai dengan banyaknya jumlah tanaman dan jenis tanaman, di mana pendataan dilakukan sebelumnya oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.

Dari informasi yang diperoleh, besaran harga ganti rugi tergantung jenis tanaman kecil, sedang, dan besar, termasuk tanaman pagar hidup dan bangunan yang berdiri di atas tanah garapan. Sedangkan tanaman palawija dihitung per kilogram. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*