Brigjen AM Putranto Diangkat Menjadi Pangdivif-1 Kostrad

Pangdivif-1 Kostrad Brigjen AM Putranto (tengah, berseragam loreng) bersama Danrem 174/ATW Achmad Marzuki (tengah) dan perwira TNI lainnya (dok. KM)
Pangdivif-1 Kostrad Brigjen AM Putranto (tengah, berseragam loreng) bersama Danrem 174/ATW Achmad Marzuki (tengah) dan perwira TNI lainnya (dok. KM)

DEPOK (KM) – Panglima Kostrad Letjen Edy Rahmayadi memimpin langsung upacara serah terima jabatan Panglima Divisi Infanteri 1 (Pangdivif-1) Kostrad di lapangan upacara Markas Divisi Infantri-1 Kostrad Cilodong, Depok, Jum’at (15/7).

Dalam amanatnya, Pangkostrad mengatakan bahwa proses alih tugas dan jabatan merupakan hal yang wajar terjadi di lingkungan organisasi TNI Angkatan Darat, sebagai bagian dari sistem pembinaan personel yang bersangkutan, sehingga diharapkan kinerja organisasi selalu dapat dipelihara dengan baik. “Melalui Tour of Duty dan Tour of Area, diharapkan proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan wajar sesuai tuntutan dan kebutuhan organisasi,” ucapnya.

Lebih lanjut Pangkostrad mengingatkan pembinaan satuan membutuhkan “perhatian yang penuh, agar upaya untuk mewujudkan prajurit yang profesional, tangguh, berkepribadian baik, kuat dan luhur dapat terwujud.”

Kepada wartawan KM, Pangdivif-1 Kostrad baru Brigjen Putranto mengatakan bahwa di bawah pimpinannya dirinya ingin meningkatkan profesionalisme di dalam tubuh divisinya. “Yang terpenting adalah profesionalisme harus ditingkatkan, dengan sikap yang elegan, disiplin, kejujuran itu penting. Intinya saya sebagai satuan pelaksana, bagaimana perintah dari Panglima Kostrad kita akan laksanakan,” ujarnya

Advertisement

Putranto juga mengatakan bahwa dirinya ingin menerapkan standarisasi “Prajurit Cakra”, yaitu kualifikasi pasukan Kostrad, kepada seluruh prajurit bawahannya.
“Saya menginginkan standarisasi yang ada di divisi-1 berlaku kepada seluruh prajurit, saya menyadari bahwa semuanya tidak bisa berjalan secara berbarengan, perlu waktu, dan secara bijak menyikapi itu semua, sebab berbeda Satuan Tempur, Bantuan Tempur, maupun administrasi, tapi keinginan kami adalah standarisasi sebagai prajurit Cakra, nah itu yang penting,” jelasnya.

“Saya ingin mempertahankan yang sudah ada, dan meningkatkannya, ingin memberi peluang-peluang guna mungkin membuat Divisi-1 lebih berprestasi, baik di dunia nasional maupun di dunia internasional,” tutupnya. (lie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*