Penerimaan Siswa Baru SMPN 1 Pasar Kemis Kab. Tangerang Dianggap Kisruh

Bupati Kab. Tangerang Zaki Iskandar (kiri), Camat PAsar Kemis dan Kepsek SMPN 1 Pasar Kemis H. Pathoni (dok. KM)
Bupati Kab. Tangerang Zaki Iskandar (kiri), Camat PAsar Kemis dan Kepsek SMPN 1 Pasar Kemis H. Pathoni (dok. KM)

TANGERANG (KM) – Penerimaan Pendaftaran Siswa Baru (PPDB) tahun 2016/2017 di SMP Negeri 1 Pasar Kemis Kabupaten Tangerang ternyata dianggap mengalami kekisruhan. Pasalnya, banyak wali siswa protes dan kecewa terhadap kebijakan Kepala Sekolah H. Pathoni yang tidak mampu menampung lagi para siswa yang berdomisili tinggal berdampingan dengan sekolah tersebut.

Ini diakui oleh seorang tua siswa yang sempat diwawancari oleh wartawan Kupas Merdeka. “Saya betul-betul kecewa, sebagai warga penduduk Desa Kutajaya, yang bertetanggaan dengan sekolah SMPN 1 Pasar Kemis, ternyata pihak sekolah tidak mau peduli akan kelangsungan pendidikan anak kami, dengan tidak diterimanya anak-anak kami sebagai warga bina lingkungan, maka nasib pendidikan anak kami telah terabaikan dan terkatung-katung,” ungkap orang tua siswa tersebut kecewa.

Sementara itu H. Endin sebagai tokoh masyarakat Kampung Gelam Pasar Kemis, membenarkan akan kekecewaan masyarakatnya, dimana Pihak Dinas Pendidikan kabupaten dianggap tidak peka dengan gejolak yang ada pada masyarakat saat ini. Bahkan H. Endin beserta dengan komite sekolah SMPN 1 tersebut telah menemui kepala dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara. Dengan mudahnya Teteng mengatakan agar mereka “dapat meredam masyarakatnya.”

Advertisement

“Kami tentu saja menolak ajakan pak Kadis, kami tidak mau nanti dipersalahkan oleh warga, seolah-olah kami ini ingin dijadikan tameng, dan kami menganggap pertemuan dengannya hanya sia-sia saja, tidak memberikan solusi. Dan kami anggap pak Teteng tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin pendidik,” ucap komite dan tokoh masyarakat tersebut.

Bahkan H. Wawan pun mengutarakan kekesalannya kepada Teteng, yang telah melarangnya untuk bertemu dengan Bupati Tangerang, Zaki Iskandar, untuk mengutarakan persoalan PPDB yang dianggap mengalami kekisruhan ini, akibat kebijakan Perbub yang dibuatnya, dan dijadikan senjata bagi kepala sekolah sebagai penangkal gelombang protes dari masyarakat warga Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya.

Sementara itu Kosrudin sebagai perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang telah ditemui oleh KM mengatakan, “kami memerintahkan kepada kepala sekolah untuk mengundang dan  mengumpulkan para tokoh masyarakat, baik RT, RW, Kapolsek, Camat, Danramil serta Dewan Komite, untuk sama-sama merapatkan persoalan ini,dan mencari keputusan kesepakatan yang terbaik.” ( Muklis )

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*