Ketua SRMI Bogor Kecam Pemkab Terkait Masyarakat Miskin Yang Terabaikan

Ketua Persatuan Rakyat Bogor (PRB), Ruhiyat Sujana (dok. PRB)
Ketua Persatuan Rakyat Bogor (PRB), Ruhiyat Sujana (dok. PRB)

BOGOR (KM) – Masyarakat miskin rupanya masih menjadi PR untuk Kabupaten Bogor untuk menjadi Kabupaten termaju di Indonesia, melihat masih tingginya angka kemiskinan yang ada di Bumi Tegar Beriman.

Sebelumnya diberitakan tentang keluarga Ato (70), warga yang tinggal di kampung Tajug Babakan RT 01/12 Desa Banyuresmi Kecamatan Cigudegyang menempati rumah yang tak layak huni selama puluhan tahun tanpa ada bantuan dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Selama saya tinggal di sini, dari kades dulu sampai yang sekarang menjabat, saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa. Boro-boro untuk benerin rumah,buat makan sehari-hari saja susah,” imbuh kakek 2 cucu ini yang pekerjaan sehari-harinya sebagai kuli serabutan, Selasa 19/7.

Menanggapi hal tersebut Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Bogor, Ruhiyat Sujana, angkat bicara. “Melihat fenomena banyak kasus alpanya pemerintah memberikan hak hak terhadap rakyatnya terutama rakyat miskin menjadi potret buruknya perlindungan terhadap rakyatnya dan merupakan pengkhianatan konstitusi, UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1, bahwasannya fakir miskin dan anak gelandangan di pelihara negara, lalu kemana peran pemerintah? Maka dengan ini kami mengecam ketidak seriusan pemerintah daerah kabupaten Bogor dalam menangani warganya yang miskin, padahal orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman selalu menggembar-gemborkan kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia,” ujarnya.

Advertisement

Ruhiyat pun menambahkan, Bupati Bogor terkesan terlalu sibuk dengan urusan elit dan mengabaikan urusan warga kecil. “Banyak kasus, masalah yang dialami warga miskin mulai dari masalah kesejahan, pendidikan dan lain-lain yang kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif,” pungkasnya. (Tri K Denggan)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*