Ketua Komisi I DPRD Kab. Bogor Tuding Tim Geologi Kementerian ESDM “Membela yang Bayar”

Ketua Komisi I DPRD Kab. Bogor, Kukuh Sri Widodo (dok. BogorOnline)
Ketua Komisi I DPRD Kab. Bogor, Kukuh Sri Widodo (dok. BogorOnline)

BOGOR (KM) – “Maju tak gentar, membela yang bayar,” sebuah kalimat yang terlontar dari ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor menyikapi hasil kajian Tim Geologi Kementerian ESDM RI, yang diberikan oleh Kepala BLH Kabupaten Bogor. Ditemui di kediamannya di bilangan Sentul, Rabu (20/7), ia mengatakan bahwa dirinya kurang percaya terhadap hasil kajian yang telah di lakukan Tim Geologi Kementerian ESDM, dan lebih percaya terhadap hasil kajian investigasi Walhi Jabar.

“Ini kata-katanya sudah jelas dan tak terbantahkan lagi, PT. JDG harus bertanggung jawab. Menilai poin satu dengan poin yang lain hasil kajian tim geologi ESDM ini sudah bertentangan, di sebutkan kalau kondisi tanah di Desa Cibunian lapuk bersifat lepas dan mudah goyah jika lereng di ganggu, nah sekarang yang ganggu lereng dan memotong lereng yang tegak, tinggi siapa, petani ikan kah, tukang batu kah, kan yang memotong lereng tegak dan tinggi PT. JDG,” tegas Kukuh.

Advertisement

Melihat hasil kesimpulan investigasi tim geologi kementrian ESDM yang menyatakan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan menunjukan bahwa kejadian gerakan tanah atau tanah longsor yang terjadi disebabkan faktor alam dan tidak berkaitan dengan PLTMH, ini menunjukan ada sesuatu yang di paksakan, melindungi kepentingan pribadi dan golongan,

“Saya lebih percaya dengan hasil kajian Walhi karena independen, tidak ada kepentingan, iming-iming dari satu pihak, tapi maaf, kalau hasil kajian dari unsur pemerintah saya kurang percaya, abu-abulah, maju tak gentar membela yang bayar. Pimpinan saya adalah rakyat, karena saya adalah wakil rakyat jadi harus bela rakyat,” tegas Kukuh. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*