Ketua APRI: “Pertambangan Rakyat Adalah Potensi, Bukan Kejahatan”

Ketua Umum APRI, Gatot memperkenalkan organisasi APRI dalam pembentukan DPC APRI Bogor (dok. KM)
Ketua Umum APRI, Gatot memperkenalkan organisasi APRI dalam pembentukan DPC APRI Bogor (dok. KM)

NANGGUNG, BOGOR (KM) – Sejumlah tokoh masyarakat dan penambang emas Pongkor dari 3 desa se-kecamatan Nanggung, yaitu Desa Bantar Karet, Cisarua dan Desa Malasari berkumpul di Kantor Desa Bantar Karet untuk mengadakan sosialisasi Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dan Koperasi Bumi Pertiwi (Kobuti), Sabtu 2/7.

Acara sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Ketua umum APRI Gatot, Kades Bantar Karet H. Pepen Sopandi dan Ketua DPC APRI Kabupaten Bogor beserta jajaran pengurus baru. Dalam acara ini Gatot memperkenalkan Organisasi dan memaparkan bahwa “pertambangan rakyat adalah potensi, bukan kejahatan,” sekaligus memperkenalkan pengurus APRI DPC Bogor.

“Menurut para ahli pertambangan luar negeri, masyarakat Indonesia pintar-pintar, seharusnya pertambangan bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat baik dari eksplorasi, penambangan sampai pengolahan. Perusahaan besar-besar itu adalah perampok, penjarah sumber daya alam Indonesia. Kita berkumpul di sini berjuang merebut sumber daya alam. Sebetulnya penjajah bukan orang asing tapi orang kita sendiri,” kata Gatot.

Advertisement

Dalam kesempatan ini pula Gatot memperkenalkan sistem Collective Responsible Mining (CRM) dalam tata kelola penambangan yang sudah diadopsi di berbagai negara. APRI bertujuan membangun tambang rakyat yang baik dengan sistem CRM yang di milikinya. CRM bertanggung jawab terhadap badan hukum, bertanggung jawab kepada pemerintah tentang perizinan yang legal, bertanggung jawab terhadap keselamatan, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dalam segi keadilan.

“Pemerintah kita aneh, senang kalau melihat rakyat susah, susah kalau rakyat senang. APRI bertujuan membangun tambang rakyat yang baik, tambang rakyat harus di kelola, di manage, di awasi, manajemen di benahi kemudian ada badan usaha, entah Koperasi, CV, atau PT,” tutup Gatot. (Dian Pribadi/Tri Denggan)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*