Hari Quds Internasional, Aktivis Sedunia Serukan Kemerdekaan Palestina

Pengunjuk rasa menyuarakan kecaman terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina di bundaran Air Mancur, Palembang (dok. KM)
Pengunjuk rasa menyuarakan kecaman terhadap penjajahan Israel terhadap Palestina di bundaran Air Mancur, Palembang (dok. KM)

PALEMBANG (KM) – Aktivis Muslim dan pro-Palestina di beberapa kota di dunia menggelar unjuk rasa memprotes penjajahan Israel terhadap Palestina dalam helatan “Hari Al-Quds Internasional” yang diperingati setiap Jumat terakhir bulan Ramadhan. Massa pro-Palestina tampak mengadakan protes dan pawai di beberapa kota seperti di Jakarta, Palembang, Pontianak, dan di mancanegara seperti London (Inggris), Tehran (Iran), Lahore (Pakistan), Damaskus (Suriah) dan Gaza.

Di Jakarta, ribuan pengunjuk rasa memadati area di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan memprotes kebijakan Israel yang dinilai menindas rakyat Palestina seraya menunjukkan solidaritas mereka dengan perjuangan warga Palestina melawan “penjajahan dan perampasan hak asasi manusia” yang dilakukan oleh rezim Israel. Selain memprotes penjajahan Israel, para pengunjuk rasa juga mengecam kebijakan Amerika Serikat dan Arab Saudi serta kelompok-kelompok ekstrimis seperti ISIS yang dinilai mendukung tindakan Israel atau “mengalihkan perhatian dunia dari pelanggaran HAM Israel terhadap jutaan rakyat Palestina.”

Di Palembang, puluhan aktivis juga mengadakan unjuk rasa di depan Bundaran Air Mancur, mengadakan orasi dan meneriakkan yel-yel pro-Palestina dan anti-Israel.

“Jumlah kami sedikit, dan tindakan kami tidak akan menghentikan kekejaman Israel, tapi setidaknya Allah melihat kita berada di pihak siapa,” ujar Husein, salah satu orator di Palembang.

“Menunjukkan sikap kita bisa dimulai dari diri sendiri, dengan memboikot semua produk-produk yang menguntungkan rezim Zionis. Jangan membeli barang-barang dari perusahaan yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina,” lanjutnya, yang disambut dengan takbir para pengunjuk rasa.

Advertisement

Di Tehran, Iran, tampak Presiden Iran Hassan Rouhani juga berpartisipasi dalam unjuk rasa memperingati Hari Al-Quds Internasional.

Menurutnya, rezim Israel tidak mengindahkan norma-norma dan hukum internasional dan menjadi pusat dan simbol dari “kesombongan Amerika Serikat” di kawasan Timur Tengah.

“Kini, setiap negara yang melawan (kesombongan AS) dan negara manapun yang menginginkan stabilitas dan keamanan di kawasan ini akan dipandang secara sinis oleh arogansi global,” ujarnya, merujuk kepada negara-negara yang mendukung kebijakan AS dan Israel.

Menlu Iran Javad Zarif juga berpartisipasi dalam peringatan tahunan tersebut, dan mengatakan bahwa “umat Islam di kawasan ini dan di seluruh dunia masih merasa bahwa rezim Zionis Israel adalah ancaman terbesar terhadap dunia Islam dan kedamaian dan keamanan internasional.”

Sejak akhir perang Arab-Israel pada tahun 1967, rezim Israel terus membangun pemukiman-pemukiman Yahudi di dalam wilayah Palestina, merebut tanah warga Arab Palestina, kerap kali meratakan rumah-rumah dan kebun-kebun milik warga Palestina, memancing perlawanan bersenjata dari berbagai kelompok dan kecaman dari berbagai belahan dunia. Diantara reaksi komunitas internasional terhadap tindakan Israel, selain protes seperti Hari Al Quds Internasional, adalah gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) untuk memberikan tekanan tanpa kekerasan terhadap Israel untuk menghentikan tindakan represif mereka terhadap warga Arab Palestina. (HJA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*