Taman Teknologi Pertanian, Rumahnya Kesejahteraan Petani dan Peternak

Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Cigombong, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Cigombong, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kementerian Pertanian melalui Balai Pengembangan Penelitian Penelitian (Balitbangtan) dan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) sejak 2015 melakukan terobosan dalam mewujudkan kemajuan pertanian untuk kesejahteraan petani. Sesuai nawa cita Presiden Joko Widodo, Balitbangtan dan BPATP Bogor membangun Taman Teknologi Pertanian (TTP).

Sejauh mana perkembangannya, Kupasmerdeka.com mencoba mengunjungi lokasi TTP di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (22/6/2016). TTP “Rumahnya Petani” ini satu dari 16 lokasi TTP di seluruh Indonesia.

Sejumlah petani Desa Tugu Jaya mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TTP. Para petani setempat selain mendapatkan bantuan modal usaha berikut pakan hingga perlengkapan dan berbagai fasilitasnya, juga diberikan pelatihan dan penyuluhan sebelum praktek. Sehingga, petani menguasai dan bisa menerap alih teknologi pertanian, tertib administrasi, dan peluang pemasaran komoditi.

Petani binaan TTP dibagi ke dalam beberapa kelompok usaha. Di antaranya kelompok pembudidaya ternak kambing, ternak ayam, dan kelompok pertanian palawija serta sayur-mayur.

Adalah Kelompok Mutiara Ternak Jaya yang khusus membudidayakan kambing perah. Kelompok yang beranggotakan 15 orang ini, sejak enam bulan lalu memelihara kambing Sapera. Yakni kambing persilangan jenis Sanen dan Ampera.

Kambing perah di TTP Cigombong (dok. KM)

Kambing perah di TTP Cigombong (dok. KM)

Ketua Kelompok Mutiara Ternak Jaya, Entan, mengatakan, kelompoknya mendapat bantuan kambing indukan dan kambing dara sebanyak 20 ekor. “Sifatnya bergulir. Kami hanya punya kewajiban mengembalikan 28 ekor kambing untuk pengembangan dari 20 ekor bantuan selama dua tahun. Setelah itu jadi hak milik,” katanya.

Para peternak juga diberikan peralatan, pakan konsentrat, termasuk pembuatan kandang. “Setiap ada kebutuhan kami terlebih dahulu mengajukan ke pihak balai,” ujarnya.

Kini, Entan dan anggota kelompok yang lain mulai bisa merasakan manfaatnya. Susu kambing perah dihargai Rp15.000/liter. “Saya dan yang lain biasa memerah susu kambing setiap pagi. Satu hari menghasilkan satu liter susu atau sekitr 35 liter per bulannnya. Setiap hari kami piket bergantian mencari pakan rumput dan ronda. Keuntungan kami bagi rata. Dan kami rutin memberikan laporan ke pihak balai,” ungkap dia.

Selain itu, dari 20 ekor kambing bantuan sebagai modal kini mulai bertambah. Sehingga, pihak BPATP Bogor kembali membangun kandang baru yang lebih kokoh terbuat dari baja ringan. Pembangunan kandang baru yang sedang berjalan ini rencananya untuk menampung dan memisahkan kambing-kambing agar lebih sehat dan produksi susu bisa meningkat.

“Sampai dengan saat ini manfaatnya mulai kami rasakan meski belum maksimal. Makanya kami juga berharap bantuan lebih, seperti tempat jaga termasuk biaya harian,” pintanya.

Advertisement

Pembinaan petani dan peternak di TTP Cigombong ini juga selalu dikontrol oleh tenaga pendamping. Yudi, salah seorang pendamping mengemukakan, petani mulai merasakan manfaat dari TTP dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan.

“Petani di sini tak disuapi uang, tapi TTP banyak memberikan harapan kepada petani. Program ini akan terus ditinjau ulang,” ujar Yudi.

Sekadar informasi, TTP Cigombong seluas kurang lebih 8 hektar ini diarahkan pada pengembangan kegiatan pertanian terintegrasi yang ekonomis, menguntungkan dan berkelanjutan pada kondisi lahan yang terbatas.

Sebelumnya, Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. M. Syakir, MS, pada kegiatan rapat koordinasi TSP dan TTP Balitbangtan beberapa waktu yang lalu mengatakan, bahwa TTP adalah pusat penerapan teknologi unggulan yang ekonomis. TTP Cigombong adalah kerja bersama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Balitbangtan, yang dikukuhkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman antara Bupati Bogor, Hj Nurhayanti,SH., MM., M.Si., dengan Kepala Balitbangtan, pada tanggal 7 Mei 2015.

TTP juga didukung oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan beragam inovasi yang telah dihasilkannya. Sinergi antara Balitbangtan dan Perguruan Tinggi dalam mendiseminasikan inovasi telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada tanggal 30 Oktober 2015.

Pelaksanaan Pembangunan TTP Cigombong pada tahun pertama difokuskan pada pengembangan kapasitas sumberdaya manusia melalui pelatihan dan magang, serta penyiapan sarana dan prasarana pendukung berupa perbaikan akses terhadap air, perbaikan jalan usaha tani, saprodi, dan alsintan untuk mendukung pengembangan bisnis pertanian di tapak kegiatan TTP dan desa-desa sekitarnya.

TTP Cigombong akan dicirikan sebagai TTP pengembangan ternak, karena usaha peternakan dinilai paling ekonomis dengan kondisi di wilayah ini, dan keuntungannya juga menjanjikan. Ternak yang dikembangkan di antaranya domba, kambing, dan ayam KUB.

Meskipun ternak sebagai komoditas unggulan, tidak serta merta kegiatan di TTP akan meninggalkan komoditas-komoditas penunjang lainnya. Inovasi untuk pengembangan hortikultura, perkebunan, dan komoditas lainnya tetap dikembangkan di TTP ini untuk menunjang bisnis peternakan sekaligus sebagai pendapatan tambahan bagi petani.

Pada tahun-tahun berikutnya,kegiatan terkait pembangunan infrastruktur akan mengarah pada penyempurnaan sarana pelatihan dan magang usahatani, sarana prasarana, serta sarana agro wisata. Berbagai kegiatan yang dilakukan di TTP mengarah pada tercapainya tujuan pembangunan TTP, antara lain terciptanya wirausaha mandiri dan berkelanjutan. (Raden/Cep)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*