Longsor Tidak Kunjung Ditangani, Warga Lido Permai Tuding Pemda Diskriminatif

Longsor di dekatgerbang perumahan Lido Permai, Kabupaten Bogor, masih belum mendapatkan penanganan dari pihak pemerintah (dok. KM)
Longsor di dekat gerbang perumahan Lido Permai, Kabupaten Bogor, masih belum mendapatkan penanganan dari pihak pemerintah (dok. KM)

BOGOR (KM) – Bencana longsor yang terjadi di perumahan Lido Permai, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, sudah sepekan berlalu. Ironisnya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang ditunggu-tunggu warga setempat hingga kini belum juga kunjung tiba. Warga perumahan merasa dianak tirikan dengan sikap pemerintah yang terkesan tutup mata terhadap bencana yang terjadi di wilayahnya.

“Ini jelas dikriminasi, selama ini kami hanya diam saja diperlakukan tidak adil oleh pemda. Tapi kali ini saatnya kami bersuara”, imbuh Udin,  Koordinator Lingkungan (Korling) Perum Lido Permai kepada KM, Rabu (22/6/16).

Udin mengakui, sejak bencana terjadi, perwakilan dari pemerintah sudah meninjau ke lokasi. Namun, hanya sebatas peninjauan saja, tidak ada aksi lain dalam bentuk penanganan. “Pada malam kejadian, kades Ciburuy dan perwakilan dari UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciomas langsung meninjau ke lokasi. Besoknya ada lagi petugas pemerintah yang mengambil foto lokasi. Tapi alhamdulillah sampai hari ini belum juga ada bantuan apa-apa. Bahkan, kami minta bantuan terpal ke BPBD untuk menutupi tebingan yang longsor malah tidak direspon,” katanya.

Iwan, warga lainnya mengatakan, selama ini warga Lido Permai hanya diakui pemerintah ketika sudah jatuh tempo harus membayar pajak saja. Sementara hak-hak lain seperti warga lain yang sewajarnya diterima sebagai warga Kabupaten Bogor, tidak pernah ada.

Advertisement

“Setiap menjelang tahun pembangunan, kami selalu menerima form ajuan pembangunan infrastruktur wilayah. Namun, selama kami tinggal disini tidak pernah ada realisasinya. Alasan klasiknya, karena pengembang perumahan belum menyerahkan fasos fasumnya ke pemda. Tapi ketika kami pertanyakan hal itu ke pengembang, saat pengembang menyerahkan fasos fasum pemda hanya mengambil lahan pemakaman saja, yang saat ini masuk plot pembebasan karena terkena jalur tol. Sangat luar biasa banget sistem birokrasi di pemda kabupaten Bogor ini,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Cigombong Basrowi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait hal tersebut, yang bersangkutan tidak memberikan keterangan apapun.

Sebagai tambahan informasi, bencana longsor di gerbang perumahan Lido Permai terjadi pada Kamis (16/6/2016), saat hujan turun deras, sekitar pukul 18.00 Wib ketika adzan Magrib berkumandang. Selain menggerus lebih dari setengah ruas jalan, longsor juga menimbulkan retakan di sejumlah titik kontruksi bangunan jembatan jalan alternatif Cigombong-Cihideung-Bogor, hingga kondisinya rawan ambruk. Selain disebabkan faktor alam, bencana tersebut dipicu oleh banyaknya aktifitas kendaraan berat milik pelaksana proyek jalan tol yang bermuatan melebihi kapasitas. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*