SDN Curug 5 Raih 100% Kelulusan, Adakan Pelepasan Sekaligus Buka Puasa Bersama

Jajaran guru SDN 5 Curug, Cimanggis pada acara pelepasan siswa lulusan kelas 6 (dok. KM)
Jajaran guru SDN 5 Curug, Cimanggis pada acara pelepasan siswa lulusan kelas 6 (dok. KM)

DEPOK (KM) – SDN Curug 5 mengadakan pelepasan siswa-siswi kelas 6 tahun ajaran 2015-2016, Sabtu 25/6. SDN Curug 5 tahun 2016 ini berhasil meluluskan semua siswa-siswinya sejumlah 96. Acara ini dilakukan pada pukul 16:00 wib, sambil menunggu buka puasa.

Acara tersebut dihadiri oleh kepala UPT Pendidikan Cimanggis Drs. Mulyadi, MM, Kepala sekolah SD Curug 5 Juwahir Spd, ketua komite SD curug 5 H.Subekti, Ketua PGRI Cimanggis Endang Supendi Spd, serta para undangan orangtua siswa kelas 6 dan tokoh masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh 235 undangan.

Dalam kata sambutannya, kepala sekolah Juwahir mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas lancarnya penyelenggaraan Ujian Sekolah 2016 khususnya di SD Curug 5 hingga akhirnya 100% siswanya dinyatakan lulus.

“Juga pada semua pihak, khususnya orang tua siswa kelas 6, yang telah bersusah payah untuk terselenggaranya acara pelepasan dan penyerahan kembali siswa kelas 6 kepada orang tua dan wali murid yang sekaligus buka puasa bersama ini. Saya yakin dukungan orangtua siswa untuk terus memberikan semangat putra-putrinya belajar saat akan menghadapi ujian sekolah lalu juga kekuatan doa semuanya ini yang menjadikan semuanya lancar. Untuk anak-anakku yang sebentar lagi memasuki bangku SMP tetap terus semangat belajar, semuanya harus lanjutkan sekolah jangan ada yang berhenti karena ilmu itu adalah gerbang untuk sebuah derajat yang tinggi,” tegas Juwahir.

Advertisement

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Cimanggis mengingatkan dalam kata sambutanya bahwa orang tua siswa jika suatu saat putra-putrinya tidak dapat diterima di SMP Negeri jangan merasa gagal, karena pemerintah kota Depok akan memberikan subsidi ke sekolah swasta, khusus bagi siswa yang masuk dalam kategori tidak mampu. “Yang jelas tidak boleh ada lagi cerita ada anak putus sekolah karena tidak ada uang. Jangan memaksakan diri untuk ke sekolah SMP Negeri jika secara nilai ternyata anak nilainya minim,” tegas Mulyadi. (gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*