Pegusaha Tambang Pasir Rumpin Tak Gentar Lawan Pemerintah

Aktivitas galian pasir ilegal di Rumpin, Kab. Bogor (dok. KM)
Aktivitas galian pasir ilegal di Rumpin, Kab. Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) —Pengusaha Tambang Galian C yang berlokasi di desa Rumpin, kecamatan Rumpin mengatakan bahwa mereka tidak gentar terhadap “gertakan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten Bogor” terkait eksplorisasi besar-besaran yang dilakukan di Kampung Hulu Warang RT 7/3, Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, karena hal itu bagian dari usahanya sebagai warga asli Rumpin dan meminta pemerintah agar membuat aturan yang melindungi hak tersebut.

“Seujung kuku pun tidak ada yang saya takutkan. Yang penting kita semua kerja dan kalau mau ngelawan kita mah sekalian harus dari pemerintah pusat. Kita tidak gentar sedikitpun. Tanah tanah saya sendiri, saya beli sendiri, saya penduduk asli Rumpin,” tegas Hidup Suryana (50), pemilik galian, saat di temui KM di lokasi, Selasa (21/6).

Menurut pria yang disapa Budi itu, ia beralasan bahwa dirinya sudah mengantongi izin dari ratusan warga sekitar, termasuk dari pemerintah desa yang notabene sebagai bagian dari pemerintah yang menjadi tempat rujukan, serta diperkuat oleh dukungan dari pihak Kementerian Kehutanan yang juga telah mengeluarkan izin. Ia juga berdalih telah memperbaiki lingkungan pasca penambangan.

Advertisement

Budi juga menuturkan, dalam lahan Kementerian Kehutanan seluas 60 hektar, didalamnya terdapat lahan warga asli Rumpin sehingga dirinya membebaskan lahan yang menjadi milik warga dan lahan itu yang menjadi lokasi tambang galian C.

“Nah, saya bebasin yang di dalam itu di sana di sini. Kasihin ke Kemenhut. Misalnya 1,3 hektar itu diambil sama dia.  Nah sebagai gantinya lahan dia yang ujung ini, dikekitakan. Kita mengabdi ke negara. Agar lahan mereka utuh tidak terpotong,” paparrnya

Dirinya juga tidak akan melepas kegiatan yang secara hitungan kalkulasi ekonomi sudah besar dengan hitungan 20 truk per hari, dengan volume mencapai 22 meter kubik. Ia sendiri menjual pasir Rp. 250 ribu per kubik dan dirinya mengklaim sebagai pihak yang menghidupi ratusan kepala rumah tangga di wilayah rumpin.

“Usaha tambang galian ini menghidupi ratusan warga sekitar. Kalau tidak ada galian mereka mau bekerja apa? Kalau mau 10 perusahaan besar yang dibekingi pereman kampung sampe preman kantor,” pungkasnya. (Irfan)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*