Kontraktor Utama Proyek Tol Bocimi PT. Posco Digeruduk Supplier

Sejumlah karyawan dan manajer operasional supplier dalam proyek Tol Bocimi menggeruduk kantor PT. Posco karena belum dibayar selama 6 bulan (dok. KM)
Sejumlah karyawan dan manajer operasional supplier dalam proyek Tol Bocimi menggeruduk kantor PT. Posco karena belum dibayar selama 6 bulan (dok. KM)

BOGOR (KM)  – Kantor PT. Posco E&C selaku main contractor (kontraktor utama) megaproyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) digeruduk supplier mereka, CV Bina Sarana Perpecta dan CV Kadaka Prima Graha, Sabtu (26/6/2016). Kedua supplier tersebut menagih PT. Chung Ma E&C selaku subkontraktor PT. Posco yang belum melunasi utangnya sekitar Rp. 250 juta.

Pihak supplier kesal tak dibayar-bayar selama enam bulan. Selama itu, pihak supplier menilai bahwa mereka hanya mendapat janji palsu bahkan merasa ditipu karena diberikan cek palsu. Ditambah lagi, ketika mengadukan perkara ke pihak Kepolisian malah tidak ditanggapi.

Di kantor PT. Posco yang merupakan perusahaan asing asal Korea itu, Manager Operasional CV Bina Sarana Perpecta dan CV Kadaka Prima Graha, Muhammad Al Rumi, beserta beberapa karyawannya menggelar aksi unjuk rasa. Mereka berorasi dan membakar ban bekas. Aksi berlangsung kondusif dan mendapat pengawalan sejumlah aparat kepolisian Polsek Caringin.

Dalam orasinya, Muhammad Al Rumi mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak dan memblokir pekerjaan proyek Tol Bocimi jika haknya tak dilunasi.

“Jangan berlindung di balik proyek nasional. Kami sangat mendukung. Tapi PT. Posco dan Chung Ma cari duit di wilayah kami. Kami yang mewakili supplier lainnya menuntut hak. Kami juga menuntut PT. Posco agar memutuskan kontrak PT Chung Ma karena terbukti tak punya duit dan tak profesional. Padahal nilai proyek tol ini triliunan,” tegasnya.

Advertisement

Habib mengatakan pula, pihaknya sengaja menggelar aksi ke PT. Posco karena ketika PT. Chung Ma ditagih selalu beralasan belum dibayar oleh PT. Posco. “Kalau dengan PT Posco kami tak ada masalah. Tapi Posco juga harus ikut bertanggungjawab karena telah menunjuk Chung Ma sebagai subkontraktor,” ujarnya.

Unjuk rasa itu pun berujung mediasi. Bagian Administrasi PT. Posco, Rita, bahkan memanggil Direktur PT. Chung Ma, Jun Hyung Koo melalui pesawat telepon dan memerintahkan agar melunasi utang-utangnya.

“Kami siap memasilitasi sesuai prosedur. Kami juga akan memberi sanksi terhadap PT. Chung Ma kalau terbukti benar,” kata Rita didampingi Humas PT. Posco, Herman.

Sekadar informasi, beberapa hari sebelumnya PT Posco juga telah kedatangan supplier lain dengan persoalan serupa namun sudah diselesaikan. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*