Kondisi Infrastruktur Bedahan Sawangan Prihatin, Lurah Dituding Cuek

Kondisi jalan di Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok yang berlubang. (dok. KM)
Kondisi jalan di Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok yang berlubang. (dok. KM)

DEPOK (KM) – Beberapa hari yang lalu, Rabu (8/6) petugas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT dan RW se-kecamatan Sawangan, Depok baru saja diguyuri dana insentif optimalisasi (dulu dana operasional) oleh walikota Depok, Idris Abdushomad. Besarannya untuk tahap pertama sebesar Rp. 684 ribu untuk masing-masing RT, Rp. 855 ribu tiap RW, dan Rp. 1.040.000 bagi tiap LPM. Pemberian insentif optimalisasi tersebut dilakukan di halaman kantor kecamatan Sawangan.

Namun ironisnya masih ada saja infrastruktur jalan yang berada di kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan tepatnya di Jl. H.Sulaiman sepanjang 800m yang rusak parah, serta adanya peternakan sapi ilegal (tidak berizin) yang membuang kotoran sapi di lahan milik orang lain. Lokasi ini berada tidak jauh dari perumahan BNI, kelurahan Bedahan.

Menurut informasi warga yang berhasil dihimpun wartawan Kupas Merdeka Jumat 10/6, jalan tersebut sudah selama 7 tahun dibiarkan hancur dan berlubang. “Banyak juga pengendara motor yang terjatuh, apalagi saat hujan turun atau setelahnya juga ban motor banyak yang bocor saat melintasinya,” ujar warga.

“Lurah, LPM apalagi Dewan tidak pernah peduli.”

Demikian pula untuk kandang sapi ilegal yang membuang limbah kotorannya di lahah kebun pisang milik orang lain. Warga sekitarnya mengeluhkan bau yang menyengat sampai radius 500m terciumnya. Namun kandang tersebut berada di dalam satu rumah tinggal yang cukup besar dan tertutup rapat sehingga saat tim Kupas Merdeka mencoba menemui penghuni rumah yang diduga sebagai peternakan sapi ilegal, tidak ada yang keluar.

Advertisement

Lurah bedahan H. Deden Kosasih saat dikonfirmasi oleh wartawan KM hanya bisa mengatakan bahwa dirinya belum pernah mendapatkan laporan dari LPM dan RT/RW setempat serta warga terkait dengan kandang sapi ilegal baik lisan maupun tertulis. Namun untuk jalan yang rusak dirinya membantah kalo tidak ada perbaikan sejak 7 tahun yang lalu. “Justru jalan itu baru saja rusak 2 tahunan gitu,” jawab lurah.

Ketika tim KM mencoba mengorek info lebih lanjut lagi pada lurah sekaitan tugas LPM, RT dan RW, serta koordinasi struktur pemerintahan ini dengan Lurah setempat, Deden mengakui kurangnya koordinasi yang menimbulkan anggapan bahwa pihak kelurahan menutup mata terhadap kondisi masyarakat.

“Ya secepatnya saya akan ajak bicara LPM, RT dan RW setempat untuk mencari solusinya,” sesalnya. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*