Kades Cibitung Wetan: PLN ada Andil di Balik Tragedi Genset Maut

Urif Iskandar, Kepala Desa Cibitung Wetan, Pamijahan (dok. KM)
Urif Iskandar, Kepala Desa Cibitung Wetan, Pamijahan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Meninggalnya lima anggota keluarga di Gunung Sindur setelah menghirup gas beracun karbon monoksida dari sebuah genset yang dinyalakan di dalam rumah selama beberapa jam menjadi berita duka dan keprihatinan semua pihak. Terkait kejadian itu, Kades Cibitung Wetan Kecamatan Pamijahan Urif Iskandar angkat bicara mengharap dan memohon perhatian semua pihak terkait, dalam hal ini PLN.

Dia mengkritisi pelayanan PLN, khususnya kantor cabang UPJ Leuwiliang, atau secara umum wilayah Kewenanganya, di bulan Ramadhan apalagi H-10 hari Idul Fitri ke depan, agar lebih meningkatkan pelayanan publik khususnya mengatasi gangguan yang sering terjadi menjelang tarawih, sehingga sangat tidak membuat nyaman masyarakat, khususnya warga masyarakat Desa Cibitung Wetan.

Advertisement

“Kami Pemerintahan Desa Cibitung Wetan, secara umum di malam Bulan Ramadhan banyak yang melakukan kegiatan Taraweh keliling (Tarling) dan sebagainya, apalagi menyangkut keamanan di jelang H-10 hari Idul Fitri, masyarakat banyak mengeluh dengan keberadaan jaringan aliran listrik PLN yang sering padam, di jelang Magrib,” kata Iis kepada Kupas Merdeka, Minggu (26/6).

Lebih lanjut Iis mengatakan, “yang kata mereka kalau bayar telat itu kami didenda bahkan sampai pemutusan aliran listrik dan pembongkaran MCB, sementara kenyamanan layanan PLN tidak maksimal, apalagi di bulan Ramadhan saja sudah beberapa kali padam listrik di saat masyarakat melakukan Ibadah tarawih,” tegas Iis. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*