Genset Maut, Lima Warga Meregang Nyawa

Kelima korban genset maut di Gunung Sindur, Kab. Bogor (dok. KM)
Kelima korban genset maut di Gunung Sindur, Kab. Bogor (dok. KM)

GUNUNG SINDUR, BOGOR (KM) – Duka menyelimuti keluarga besar Wikinah di bulan Ramadhan, pasalnya lima anggota keluarganya harus menghadap Sang Khalik setelah menghirup gas beracun karbon monoksida dari sebuah genset yang dinyalakan di dalam rumah selama beberapa jam.

Peristiwa kematian kelima korban terjadi pada hari  Sabtu 25/6 kemarin, tepatnya di Kampung Citeureup RT 03/06 Desa Pabuaran, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Warga berduyun-duyun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kematian para korban saat mendapatkan informasi bahwa satu keluarga yang terdiri dari lima orang meninggal dunia. Adapun korban terdiri dari pasangan suami istri dan tiga orang anak.

Kelima orang korban yang meregang nyawa yakni Lantono (34), Fatma (29), Marsya Laudya (10), Aldryan Marcellino (2) serta Tegar (7).

Menurut informasi yang dihimpun, para korban ditemukan tewas di rumah milik Peng Puh alias Jaelani, yang juga orangtua dan kakek para korban.

Kematian kelima korban diduga kuat akibat keracunan karbon monoksida dari asap mesin genset milik korban yang dihidupkan didalam rumah dan tidak dimatikan selama beberapa jam saat lampu padam.

Kapolsek Gunungsindur Kompol Agus Suyandi membenarkan peristiwa musibah tersebut.

Kronologis kejadian berawal pada Jum’at malam (24/6), sekira pukul  21.30 sampai 03.00 WIB, ketika daerah Kp. Citeureup Desa Pabuaran dan sekitarnya mengalami gangguan padam listrik.

Advertisement

Korban Lamtono berinisiatif menghidupkan mesin genset miliknya yang disimpan di ruang dapur sebagai pengganti lampu penerangan di rumahnya.

“Namun setelah mesin genset hidup, diduga kelima korban yang ada di dalam rumah tersebut langsung tidur,” tuturnya kepada KM kemarin.

Agus memaparkan, sekira pukul 02.30 WIB dini hari, ibu korban Wikinah dan kakak korban Lamto, mengetuk-ngetuk pintu jendela rumah korban, namun tidak ada jawaban. Keduanya pun langsung berinisiatif mencongkel pintu jendela dan masuk ke dalam rumah.

“Saat ditemukan kelima korban sudah lemas dan tidak bernafas. Kejadian sendiri baru dilaporkan kepada kami kepolisian sekitar pukul 5.00 WIB,” ucap Agus.

Sementara itu, Lamto saksi mata yang juga kakak korban menuturkan, saat itu dirinya berniat membangunkan sang adik (Lamtono, red) karena hendak mengirim ikan lele.

“Saat saya bersama ibu membangunkan almarhum, tidak ada jawaban sama sekali,“ terangnya.

Akhirnya Lamto disaksikan ibunya Wikinah, masuk dengan mencongkel jendela kamar.

“Saat berhasil masuk, saya kaget karena tiga keponakan saya, dan adik serta adik ipar saya sudah meregang nyawa,” bebernya.

Masih kata Lamto, saat dia bersama ibunya menemukan kelima korban, mesin genset masih dalam keadaan hidup.

“Mungkin almarhum lupa mematikan karena terlelap tidur. Kami juga sempat bawa korban ke RS Hermina Tanggerang,” imbuhnya. (Irfan)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*