Jalan Rusak Tak Kunjung Diaspal, Warga Cibitung Wetan Ancam Blokir PLTM Cianten 3

Kerusakan jalan di Desa Cibitung Wetan, Pamijahan, yang dituding akibat proyek PLTM besutan PT. JDG (dok. KM)
Kerusakan jalan di Desa Cibitung Wetan, Pamijahan, yang dituding akibat proyek PLTM besutan PT. JDG (dok. KM)

PAMIJAHAN, BOGOR (KM) – Akibat jalan rusak, dan tidak adanya realisasi janji-janji yang di berikan PT. Jaya Dinamika Giohidroenergy (PT. JDG), Kepala Desa Cibitung Wetan Urif Iskandar, mengancam akan menutup akses jalan menuju pusat akhir aliran pembangkit atau rumah penggerak (Power House) dari pembangkit listrik tenaga Microhydro (PLTM) Cianten 3 milik PT. JDG di Kampung Cidamar Rt. 01/06 Desa Cibitung Wetan.

Ancaman Iis, sapaan akrab Urif Iskandar, didasari dari rusak beratnya jalan Desa yang menghubungkan antara Desa Cibitung Wetan Kecamatan Pamijahan dan Desa Pura Sari Kecamatan Leuwiliang, akses terdekat dan satu-satunya bagi warga Kampung Cidamar Desa Cibitung Wetan dan warga Kampung Waringin Jaya Desa Pura Sari.

“Persoalannya selama ini, jalan dari Kampung Cidamar. RT 01/06 adalah murni hibah dari masyarakat dan bukan hasil pembebasan yang dibayar PT. JDG atau milik JDG, dan jalan tersebut memang sudah dibangun sebelum PT. JDG ada,” tutur Iis kepada Kupas Merdeka, Kamis (9/6).

Lebih lanjut Iis menuturkan, “Persoalan yang ditimbulkan saat ini, jalan tersebut sudah tidak bisa dilalui lagi oleh kendaraan roda 4, maupun oleh roda 2. Bahkan kendaraan roda 2 harus di gotong di sekitar jembatan, itu semua akibat saluran pembuangan yang tidak diperhatikan oleh pengelola, dari kualitas pengerjaanya, sehingga air setiap saat meluap naik ke jalan yang panjangnya ratusan meter sampai ke Cianten.”

Advertisement

Pihak Pemerintahan Desa Cibitung Wetan, telah beberapa kali melakukan perbaikan secara gotong royong, namun selalu berujung hancur lagi. “Sudah sering pihak Pemerintahan Desa Cibitung Wetan menghubungi pihak perusahaan PT. JDG, namun tidak di tanggapi dengan serius, apalagi di tangani kerusakanya,” lanjutnya.

Sejumlah tokoh warga dan masyarakat sudah mulai mengusulkan kepada Kades agar menutup jalan tersebut, sementara jalan Desa tersebut merupakan akses sangat vital bagi perekonomian masyarakat dalam dan luar desa Cibitung Wetan, terlebih adanya pasar tradisional (Pasar Rabu) di Desa Pura Seda Kecamatan Leuwiliang, dengan jalan yang rusak yang diakibatkan oleh aliran air PT. JDG, jalan tersebut kini menjadi tidak bisa dilalui lagi.

“Sementara dulu sekitar tahun 2014 pihak Humas PT. JDG (Hasan) di BPPT Kabupaten Bogor, di saat negosiasi perluasan Disposal, pada Kades Cibitung Wetan membuat satu kesanggupan, dari pagarisasi untuk keamanan sekitar aliran air, normalisasi irigasi pertanian masyarakat, dibuatkannya jembatan penyeberangan ke setiap kebun atau lahan pertanian, dan untuk jalan tersebut akan di bangun pengaspalan Hot mix, adapun sampai saat ini semuanya belum terbukti,” kata Iis.

“Bahkan jalan yang hasil swadaya murni masyarakat saja malah hancur berantakan, dan kami baik Kades maupun Warga melaporkan ke PT. JDG, lebih jauh agar segera bertanggungjawab menyelesaikanya, dan kami menunggu. dan ini bukan sekedar ancaman kosong,”tegasnya. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*