Hujan Lebat 2 Hari, Sungai Kapuas Meluap, Rusak Puluhan Rumah dan Gereja

Banjir yang melanda DAS Kapuas sebabkan kerusakan bernilai miliaran rupiah (dok. KM)
Banjir yang melanda DAS Kapuas sebabkan kerusakan bernilai miliaran rupiah (dok. KM)

KAPUAS HULU, KALBAR (KM) – Hujan yang mengguyur Kabupaten Kapuas Hulu selama dua hari ini, tepatnya dari hari Sabtu sampai Minggu malam membuat beberapa wilayah Kabupaten Kapuas Hulu khususnya sepanjang Daerah Aliran Sungai Kapuas mengalami kebanjiran. Ironisnya lagi, hujan lebat pada Sabtu malam 19/6 kurang lebih pukul 00.00 WIB, memporak-porandakan bangunan dan menelan korban warga di Desa Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Utara.

Menurut keterangan Kades Tanjung Lokang, hujan Sabtu malam tersebut menyebabkan longsor dan rumah-rumah warga hancur terbawa arus. Untuk sementara kerugian yang diketahui rusak terkena longsor dan terbawa arus sungai yaitu perumahan warga 12 unit, rumah dinas guru 2 unit, Gereja Protestan Firman Allah 1 unit, anak balita usia 8 bulan meninggal 1 orang, luka parah 3 orang. “Segala isi rumah tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk speed, mesin genset, mesin giling padi, senso, belum diketahui jumlahnya. Akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan milyaran rupiah,” ungkap Kades Desa Tanjung Lokang Hermanto, Minggu malam 19/6, kurang lebih pukul 23.00 WIB.

Air yang meluap diperhuluan sungai Kapuas akibat hujan lebat tersebut tidak berlangsung lama, hanya kurang lebih 2-3 jam, airnya pun sudah mulai surut kembali, tepatnya kurang lebih pukul 03.00 WIB dini hari airnya pun sudah surut lagi.

“Kejadian ini langsung kita laporkan kepada Pak Camat Putussibau Selatan dan Bupati Kapuas Hulu, pada Minggu malam ini 19/6, kurang lebih pukul 21.30 WIB. Nampaknya Bupati dan pihak terkait pun pada saat itu juga melakukan rapat mendadak untuk membahas persoalan tersebut,” jelas Kades Tanjung Lokang.

Advertisement

hermanto KH

Sementara itu, terkait kejadian tersebut, Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Kapuas Hulu belum mendapatkan laporan secara resmi dari pihak-pihak terkait, hanya baru mendapatkan informasi dari beberapa orang.

“Saya belum dapat laporan yang real, tapi sudah tahu informasinya baru ini. Namun saat ini pihak Pelaksana harian BPBD sudah ke lokasi untuk membantu masyarakat guna evakuasi. Mereka juga sudah mempersiapkan bantuan seadannya, seperti makanan-makanan ringan (indomie dan sarden). Kemudian dari Dinas Kesehatan gunana untuk melakukan pengobatan bagi korban banjir bandang. Setelah tim pertama pulang, nanti akan dikirimkan tim kedua yaitu tim bantuan. Sampai saat ini susah diakses karena tidak ada jaringan, kecuali informasi menunggu kepulangan mereka dari lokasi,” ungkap Sekda yang juga Kepala Sekretariat BPBD.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, pihak terkait seperti BPBD, Dinkes, TNI, dan Polri turun ke lokasi kejadian di Desa Tanjung Lokang pada hari Senin 20 Juni 2016, kurang lebih pukul 09.00 WIB, berangkat dari Nanga Erak.

Desa Tanjung Lokang merupakan salah satu Desa yang berada di hulu sungai Kapuas yang terletak di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu-Kalbar. Satu-satunya akses menuju Desa Tanjung Lokang hanya bisa dilewati dengan jalur sungai dan tidak ada akses jaringan komunikasi. (Abdullah)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Bupati Kapuas Hulu Janjikan Bantuan bagi Korban Banjir Kapuas – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*