Yayasan Al-Annas Resmikan MI Al Qolam, Cibungbulang

Peresmian MI Al Qolam, Yayasan Al-Annas, Cibungbulang 18/5 (dok. KM)
Peresmian MI Al Qolam, Yayasan Al-Annas, Cibungbulang 18/5 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Guna meningkatkan mutu pendidikan nasional yang berkualitas dan memberikan akses kemudahan terhadap masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang baik, Yayasan Al Annas meresmikan gedung dan launching MI Al Qolam, Rabu (18/5), yang memberikan perubahan metode pendidikan dan akses pendidikan yang mudah.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Dukuh (Budi), Ketua Himpaudi Kecamatan Cibungbulang (Dian), Humas Kabidikdas Kabupaten Bogor (Roni), Ketua Yayasan Al Annas Bogor (Azwar Annas), Pembina Yayasan (Ruchiyat), serta para tamu undangan.

Ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), baru berdiri 2 lokal, dan 2 lokal tersebut dibagi penggunaanya dengan PAUD Al Kahfi. Ada 36 siswa yang sudah terdaftar di MI Al Qolam, sedangkan untuk PAUD Al Kahfi 106 siswa, sehingga dibagi pagi dan siang kegiatan belajar sambil bermain bagi anak-anak PAUD.

“Target kita memang dua lokal dulu, tidak disangka jumlah siswa PAUD cukup banyak, sehingga kita siasati dibagi pagi dan siang untuk kegiatan belajar sambil bermain. Rencana ke depan kita akan bangun tiga tingkat gedung sekolahan ini,” kata Azwar (33) Ketua Yayasan Al Annas Bogor.

Lebih lanjut Azwar mengatakan, “kita membuka MI untuk perubahan pendidikan. Yang bisa kita lihat untuk di SD, guru harus menguasai sebelas mata pelajaran, nah untuk itu guru membidangi satu mata pelajaran. Untuk biaya kita gratiskan biaya bagi siswa.”

Advertisement

Untuk menghidupkan berjalannya sekolahan, semua dana bersumber dari penguatan ekonomi yang dikelola Yayasan Al Annas berupa peternakan ikan dan konveksi.

Karena masih dalam tahap proses perizinan yang 6 bulan baru bisa turun perijinannya, sekolah ini masih menginduk ke MI Al Munawaroh. Sudah ada 4 guru yang akan mengajar di MI Al Qolam dan di anggap kompeten. Ada 3 program unggulan yang ditawarkan yaitu Rumah Tahfidz, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta penguasaan komputer.

“Perijinan sudah dalam proses, kalau sudah turun berarti hak-hak guru dan hak-hak murid bisa kita rasakan, sementara gaji guru semua dari yayasan, kita juga memfasilitasi antar jemput siswa terutama yang rumahnya jauh, intinya yayasan memberikan agar masyarakat mudah mendapatkan akses pendidikan” tegas Azwar.

Dalam sambutannya Humas Kabidikdas Roni menitikberatkan kepada orang tua murid tentang pentingnya orang tua memberikan pemahaman bahaya kekerasan seksual anak, karena keadaan sekarang yang sedang dalam darurat kejahatan seksual terhadap anak.

“Sehebat apapun gedungnya tidak ada maknanya kalau tidak ada dukungan bersama dari masyarakat, mewujudkan cita-cita pendidikan yang berkualitas dengan bersama-sama,” tutupnya.(Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*