Tidak Puas dengan Tim Mediasi, Korban Banjir Tegal Lega Geruduk Kantor Desa

Kades Tegal Lega, Samsu, menemui warga desa nya yang menuntut penggantian tim mediasi tuntutan ganti rugi atas banjir di desa mereka akibat pengerjaan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan (dok. KM)
Kades Tegal Lega, Samsu, menemui warga desa nya yang menuntut penggantian tim mediasi tuntutan ganti rugi atas banjir di desa mereka akibat pengerjaan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Akibat ketidakpercayaan dan ketidakpuasan terhadap kinerja tim mediator atau tim pendamping yang telah dibentuk oleh pihak Desa Tegal Lega sebelumnya, masyarakat kampung Nunggah Herang, Desa Tegal Lega, Kecamatan Cigudeg, Selasa (10/5), menggeruduk kantor Desa Tegal Lega menuntut pembubaran dan pembentukan tim baru yang bisa cepat membantu penyelesaian atau realisasi tuntutan ganti rugi terhadap tiga perusahaan, PT. Lotus, PT. Mitra Sejahtera Mandiri (PT. MSM) dan PT. BJP, yang diduga menyebabkan pendangkalan sungai akibat aktifitas pengolahan ketiga perusahaan tersebut dalam memproduksi dan mengeksploitasi batu andesit yang berada di sekitar aliran sungai yang mengalir di kampung Nunggah Herang.

Tuntutan ganti rugi masyarakat di dasari akibat banjir bandang yang telah merusak rumah dan lahan pertanian mereka 27 April silam.

Menurut Kades Tegal Lega H. Samsu, sebetulnya sudah di bentuk tim pendamping yang bertugas untuk memverifikasi bersama pihak perusahaan berapa kerugian masyarakat, namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pihak Perusahaan

“Warga meminta untuk di ganti orang-orang tim pendamping, karena di anggap gagal, kita undang pihak perusahaan untuk ikut membentuk tim baru yang benar-benar bisa membantu memverifikasi yang valid, dan di jadikan acuan pihak perusahaan berapa nominal yang akan di berikan ganti rugi terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir bandang tersebut,” Kata H. Samsu kepada Kupas Merdeka

Advertisement

Melalui perdebatan panjang akhirnya di sepakati tim pendamping baru yang di anggap masyarakat dan perusahaan kompeten dan mampu memvalidasi berapa kerugian masyarakat yang harus di tanggung oleh ketiga perusahaan tersebut.

Tim pendamping yang di ketuai oleh Muhromi, membawahi 6 anggota, yaitu Endang, H. Tum’i, H. Gum, A. Yudin, Cecep dan Adis yang mulai bekerja memverifikasi dan memvalidasi, Rabu (11/5).

“Saya harap, agar hasil verifikasi benar-benar valid dan itu yang akan di jadikan reperensi pihak perusahaan mengganti rugi, kalau sekarangkan kita tidak bisa merealisasikan karena data yang di berikan hanya dari pihak masyarakat tanpa melibatkan pihak perusahaan, itu yang menjadi masalah bagi kami,” kata Djulondin perwakilan PT. Lotus.

Lebih lanjut Djul mengatakan”tidak benar kalau kami mengulur-ngulur waktu dan tidak ada itikad baik, kami ingin bersinergi dengan masyarakat sekitar, kami ingin aman dan nyaman dalam menjalankan produksi perusahaan kami,” tegas Djulondin kepada Kupas Merdeka. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*