Tapos Targetkan Kecamatan Terbaik dengan 6 Program Akselerasi “TERBAIK”

Camat Tapos, Muchsin Mawardi paparkan program kecamatan Tapos, Depok (dok. KM)
Camat Tapos, Muchsin Mawardi paparkan program kecamatan Tapos, Depok (dok. KM)

DEPOK (KM) – Agar dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik, khususnya pemerintahan tingkat kota, maka dibuatkan peraturan Pemerintah Propinsi Jawa Barat No. 27 tentang Peningkatan Kinerja Publik tiap kecamatan. Oleh karenanya, Pemkot (Pemerintah kota) Depok menggelar lomba sinergitas yang diikuti 11 kecamatan se-kota Depok.

Kecamatan Tapos ikut serta penilaian tahun ini. Team penilai tersebut meliputi dari berbagai leading sector OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Rabu 11/5.

“Acara dibuka mulai jam 09:00 wib. Kecamatan Tapos yang ke-delapan dinilai,” kata M Fahrizah, dari team penilai sinergitas dari kepemerintahan.

Penilaian di lomba ini ada 2 poin, yaitu penilaian individu dan sarana-prasarana kantor kecamatan.

Untuk individu itu terdiri dari tingkat koordinasi camat sampai ke bawahan, pemberdayaan masyarakat warga se-kecamatan, keamanan, hubungan 3 pilar dan evaluasi-evaluasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) camat. Sedangkan sarana-prasarana dari sisi komposisi aspek individu. “Kami melihat lahan kantor, atribut, pelayanan, dan perlengkapan di dalam kecamatan,” jelasnya.

Team penilai dari BPMK, BKD, KESBANGPOL, SETDA dan lainnya. Setelah pengumuman juara pada Agustus 2016, kata Fahrizah, Kecamatan Depok yang terbaik akan menjadi perwakilan nantinya di tingkat propinsi.

Camat Tapos Muchsin Mawardi menegaskan penilaian sinergitas diawali dengan apel pagi di aula kecamatan. Para staf mendapatkan arahan dari tata praja kota Depok.

“Pada sambutan itu di sampaikan motivasi kinerja dan semangat yang terbaik,” kata Muchsin.

Pada saat penilaian, Muchsin memaparkan program kecamatan Tapos sebanyak 6 akselerasi program Tapos “TERBAIK”( Tertib, Bersih Aman Istiqomah).

Enam program akselarasi itu diantaranya: Tapos aman, Tapos melayani, Tapos sehat, Tapos pintar, Tapos berbudaya dan Tapos religius.

“Kami sudah bentuk pokopinda dan penguatan tiga pilar dengan membuat sekretariat guna monitoring penegakan Perda,” kata Muchsin.

“Dengan 7 kelurahan dan jumlah penduduk sebanyak 265.443 jiwa, setiap kelurahan sudah memiliki produk unggulan masing-masing. Upaya maksimal agar menjadi tapos yang terbaik butuh dukungan semua lapisan masyarakat” tegas Muchsin. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*