Nasib Guru Honorer Masih Jauh dari Sejahtera

Kesejahteraan guru honorer masih menjadi masalah yang dihadapi dunia pendidikan (ilustrasi)
Kesejahteraan guru honorer masih menjadi masalah yang dihadapi dunia pendidikan (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Keberadaan guru honorer di lingkungan sekolah dasar negeri dinilai sangat membantu dalam kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM). Meski kenyataannya honor yang diterima para guru non pegawai negeri sipil (PNS) itu masih jauh dari kata sejahtera.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPTP) Ciawi, Popon Sulistyawati mengapresiasi kinerja para guru honorer yang dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar sangat membantu kelancaran KBM.

“Ya, walaupun penghasilan guru honorer itu dibayar melalui dana biaya operasional sekolah (BOS) sebesar 15 persen, tapi mereka tetap melaksanakan tugasnya dengan baik,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, anggaran sebesar 15 persen yang diambil dari dana BOS setiap sekolah masing-masing itu, sesuai dengan aturan pemerintah dan dibayarkan untuk beberapa guru honorer. “Jadi di sekolah itu rata-rata ada delapan guru honorer,” ungkap Popon.

Di wilayah Ciawi, sambung Popon, jumlah guru honorer masih mendominasi dibandingkan guru yang sudah PNS dan itu hampir terjadi di semua SDN. “Ada 240 guru honorer yang terbagi di 32 SDN di Ciawi,” paparnya.

Popon menambahkan, mengaca kepada kinerja guru honorer yang dinilai baik, saat memperingati hari pendidikan nasional semuanya dikumpulkan dan diberi penghargaan.

“Dihadapan mereka (guru honorer -red), saya mengucapkan terima kasih,” imbuhnya. (Raden)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.