Jelang Ramadhan, Harga Sembako Naik 10 persen

Petugas Diskoperindag Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar untuk memantau kenaikan harga sembako menjelang bulan puasa (dok. KM)

BOGOR (KM) – Harga sejumlah barang sembako di wilayah kabupaten Bogor  terlihat mengalami kenaikan menjelang masuknya bulan Ramadhan. Kenaikan harga ini mencapai 10 persen.

Hasil sidak pada Selasa 25/5 yang dilakukan oleh Diskoperindak kabupaten Bogor di pasar Cielungsi menemukan harga telur, gula, dan daging sudah mulai merangkak naik, tidak luput diikuti juga dengan kenaikan bahan pokok lainya.

“Telur sudah seminggu ini naik. Tadinya Rp 18 ribu sekarang sudah Rp 20 ribu perkilonya,” kata penjual telur di Pasar Anyar Maman Syarif (40 tahun).

Kenaikan harga telur di kisaran Rp 19.500 hingga Rp 20 ribu per kilo. Pedagang telur di pasar tersebut, Ningsih (39) mengatakan, menjelang bulan puasa, pembelinya semakin meningkat sehingga mempengaruhi stok.

Selain itu harga sembako gula juga mulai naik di Pasar Anyar dan Pasar Baru Bogor. Harga gula terpantau sudah mencapai Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilo.

“Gula nih biasa naik. Apa lagi nanti bulan puasa banyak makanan manis, peminatnya banyak. Jadi stoknya suka berkurang dan harga naik,” ungkap pedagang gula di Pasar Wanaherang, Wahyu (36).

Advertisement

Sementara itu, harga daging sapi dan ayam potong di pasar tradisional Bogor stabil namun masih tinggi. “Daging sapi sih masih stabil, tapi harga masih tinggi, Rp. 115 ribu per kilonya,” jelas pedagang daging di Pasar Wanaherang, Jajang (28).

Selain itu harga daging ayam potong di Pasar Wanaherang, Gunung Putri, juga masih tinggi meski stabil. Ayam potong broiler di pasar tersebut masih di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per ekornya.

Ditempat yang sama, Ningsih (40), salah satu pembeli mengaku pusing dengan kenaikan beberapa kebutuhan pokok karena tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan rumah tangga.

“Gaji suami nggak cukup untuk belanja kebutuhan sehari -hari dan itu buat pusing” ucapnya.

“Pemerintah harus segera mencarikan solusi dengan adanya kenaikan harga sehingga tidak memberatkan masyarakat konsumen,” pungkasnya. (ids)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*