Anggaran DD Cair, Pembangunan Infrastruktur Desa Mulai Menggeliat

Pembangunan jalan desa di Desa Cibitung Wetan, Pamijahan (dok. KM)
Pembangunan jalan desa di Desa Cibitung Wetan, Pamijahan (dok. KM)

PAMIJAHAN, BOGOR (KM) – Anggaran Dana Desa (DD) termin pertama sudah dicairkan oleh pemerintah, dan geliat pembangunan infrastruktur mulai terlihat di berbagai desa, seperti apa yang terlihat di Desa Cibitung Wetan Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor.

Proyek betonisasi jalan protokol desa di mulai dari titik  kampung Cidamar RT 04/06 sampai dengan Kampung Cibitung tengah RT 01/01 sepanjang 1120m × 3m, ditambah pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 174m.

Pemerintah Desa Cibitung Wetan, dalam membangun Desa terutama sektor infrastruktur, juga memberdayakan penyerapan tenaga kerja masyarakat yang menganggur. “Kita berdayakan penyerapan anggaran dan berdayakan penyerapan tenaga kerja yang akuntabel, kita bentuk tim pelaksana pekerjaan untuk mengerjakan pekerjaan menurut Rencana Anggaran Biaya (RAB),” kata kades Iskandar kepada Kupas Merdeka, Rabu (25/5).

Di singgung masalah temuan hasil audit atau ekspos inspektorat, Iskandar menjelaskan secara umum temuan hasil audit inspektorat di pedesaan se-Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Pamijahan, bukan terdapat penyelewengan anggaran, tetapi lebih kepada belum maksimalnya pemahaman tentang pelajaran regulasi tata kelola keuangan.

Advertisement

Sehingga kesimpulan Kepala Desa dan perangkatnya dituntut mampu melakukan pelaporan, sehingga tidak terindikasi antara laporan fisik bangunan dan administrasi tidak sinkron, dan inilah temuan secara umum, dan bukan penyelewengan anggaran.

Untuk kedepannya sangat dititik beratkan pelaporan yang benar, sebab pembangunan fisik bagus, sementara laporan salah ini juga akan menjadi perdata yang terperiksa.

“Sikap tentang audit para kades sangat diapresiasi, sebab sadar semua keuangan bersumber dari anggaran Negara, yang harus di audit kebenarannya,” katanya.

“Persoalan inspeksi BPK, nanti akan per 6 Bulan sekali, itupun bagi para Kades bukan hal yang menakutkan, tetapi para Kades dimotivasi agar lebih mampu dalam pengelolaan keuangan negara, dan lebih berhati-hati, kemudian banyak sekali pelajaran secara yuridiksinya, dan itu tidak menjadi persoalan,” tegas Iskandar. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*