Hadapi Rentetan Kekalahan, ISIS Kubur Puluhan Pelaku Desersi Hidup-hidup

ISIS mengubur seorang pria hidup-hidup dalam sebuah video eksekusi yang diunggah ke YouTube.
ISIS mengubur seorang pria hidup-hidup dalam sebuah video eksekusi yang diunggah ke YouTube.

BAGHDAD, IRAK (KM) – Laporan media Irak mengabarkan bahwa kelompok teroris Islamic State of Iraq and Sham atau ISIS menguburkan antara 35 sampai 45 militan mereka yang dituduh melakukan desersi, atau melarikan diri dari medan perang, menghadapi upaya pemerintah Irak merebut kembali wilayah provinsi Nineveh, di utara Irak, yang diduduki oleh kelompok teroris tersebut sejak 2014.

Hingga kini, jumlah pasti militan yang dieksekusi mati masih tidak jelas. Kantor berita ABNA melaporkan 35 tentara ISIS dibunuh, sedangkan Iraqi News melaporkan 45 anggota ISIS dikubur hidup-hidup dengan tuduhan melarikan diri dari medan perang.

Sumber setempat melaporkan bahwa eksekusi mati brutal tersebut dilaksanakan di  daerah Qayyarah, sekitar 60 kilometer di selatan kota Mosul, pusat pertahanan ISIS. Laporan tersebut mengatakan bahwa anggota ISIS yang dikubur hidup-hidup dituduh melarikan diri dari peperangan dengan pasukan pemerintah Irak di desa Bashir, di selatan kota Kirkuk.

Peta Irak dengan kota-kota utama nya (dok. Lonely Planet)

Peta Irak dengan kota-kota utama nya (dok. Lonely Planet)

Menurut sumber yang dikutip oleh Iraqi News, “ISIS telah mengubur anggota-anggotanya yang melarikan diri dari peperangan di Bashir di dalam satu kuburan massal.”

Media setempat juga melaporkan bahwa sebelumnya pada Senin 9/5, komando ISIS menembak mati puluhan pasukan mereka sendiri di desa al-Hadar di selatan Mosul, diduga karena melarikan diri dari peperangan di provinsi Anbar.

Semakin maraknya pembunuhan anggota mereka sendiri tampaknya menunjukkan semakin merosotnya moral dan semangat anggota ISIS, dengan semakin banyaknya desersi militan ISIS. Dengan semakin tertekannya kelompok teroris tersebut menghadapi serangan darat dan udara di Irak dan Suriah, ISIS diduga tengah mengalami kekurangan sumber daya manusia dan keuangan.

Advertisement

Diduga, dengan semakin menurunnya moral anggota ISIS yang dewasa, kelompok teroris itu juga kini sudah mulai mengerahkan tentara anak-anak, seperti yang digambarkan dalam beberapa video propaganda mereka akhir-akhir ini.

Sekaitan dengan semakin menipisnya keuangan organisasi teroris terkaya di dunia itu, RT juga melaporkan bahwa ISIS menjual organ tubuh anggota mereka sendiri di pasar gelap.

Kantor berita Reuters sebelumnya telah merilis sebuah video yang mereka dapatkan dari kamera helm yang diambil dari jasad seorang teroris ISIS yang terbunuh dalam peperangan melawan pasukan Kurdi Peshmerga, yang menunjukkan kondisi pasukan ISIS yang sudah tidak terorganisir dan tidak seperti video-video propaganda mereka.

Angkatan bersenjata Irak dan Kurdi melancarkan serangan ke provinsi Nineveh sejak Maret 2016 lalu dalam upaya merebut kembali kota Mosul yang dikuasai oleh ISIS sejak 2014. Dalam beberapa bulan terakhir, media melaporkan bahwa serangan udara telah membunuh sejumlah petinggi ISIS di Irak, sedangkan pasukan Irak dan milisi Kurdi kini sudah berhasil menembus Nineveh dan mencapai jarak sekitar 50km dari kota Mosul. (HJA/RT)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*