UN Sekolah Menengah di Cigombong Berjalan Lancar

Kepsek MAN Cijeruk E. Supriyatman dan Kapolsek Cijeruk-Cigombong Kompol Suhartono memantau berjalannya UN di MAN Cijeruk, Senin 4/4 (dok. KM)
Kepsek MAN Cijeruk E. Supriyatman dan Kapolsek Cijeruk-Cigombong Kompol Suhartono memantau berjalannya UN di MAN Cijeruk, Senin 4/4 (dok. KM)

CIGOMBONG, BOGOR (KM) – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Menengah Tahun 2016 di wilayah Kecamatan Cigombong berjalan lancar dan tidak dijumpai adanya kendala. Meski tidak melibatkan pengawas dari independen, pelaksanaan ujian tahun ini tidak luput dari pengawasan aparat Kepolisian setempat.

Di Madrasah Aliyyah Negeri (MAN) Cijeruk yang dipimpin oleh E. Supriyatman,  ujian diikuti oleh 262 peserta. Menurut ketua panitia ujian Agus Suhendar, para peserta itu terdiri dari 177 siswa siswi MAN Cijeruk, dan sisanya 95 orang siswa dari 5 sekolah swasta yang bergabung ke MAN. “UN di sekolah kami diikuti oleh 262 peserta. Sekolah kami merupakan Sub Rayon yang membawahi 19 sekolah, jadi pendistribusian soal ujian dikonsentrasikan di sekolah kami dengan pengamanan ketat tentunya”, kata ketua panitia UN yang juga pembina kesiswaan itu.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pada hari ini soal yang diujikan ada beberapa mata pelajaran, sesuai dengan bidang jurusannya. “Untuk kelas IPA diujikan mata pelajaran matematika dan biologi, kelas IPS Matematika dan Sosiologi dan kelas Agama diujikan mata pelajaran Matematika dengan Fiqih”, jelasnya.

Advertisement

Pelaksanaan UN juga diawasi oleh Jajaran Kepolisian Sektor Cijeruk dan Cigombong dipimpin langsung Kapolsek Kompol Suhartono. Dalam giat ini, selain monitoring, aparat Kepolisian juga melakukan sosialisasi terkait antisipasi kerawanan pelajar paska ujian.

Sementara itu UN di SMK Nuansa Cigombong diikuti oleh 137 peserta, dengan mengujikan satu mata pelajaran yakni Matematika. Menurut panitia, tidak ada kendala yang dihadapi dalam ujian tahun ini. “Ujian berjalan lancar tanpa kendala, karena sebelumnya kami telah melakukan persiapan dengan matang. Meskipun ada salah satu siswa kami yang mengalami kecelakaan, namun dia memaksakan hadir untuk mengikuti ujian”, pungkas Reslanit P. Soblely S. Pd, salah satu panitia UN di SMK Nuansa. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*