Surat Perjanjian tidak Sampai Tujuan, Staf Pos Cibinong Kebingungan

Bukti pengiriman dokumen melalui Pos dari pihak finance Adira (dok. KM)
Bukti pengiriman dokumen melalui Pos dari pihak finance Adira (dok. KM)

BOGOR (KM) – Konsumen yang hendak mempelajari perjanjian kontrak kredit motor terkait kehilangan motornya yang dibegal dan tidak mendapat pergantian dari pihak finance, diarahkan untuk mendatangi kantor pos Cibinong untuk mempelajari isi kontrak perjanjian. 18 bulan lamanya, isi kontrak belum sampai juga ke rumah Hadi, sang konsumen, sambil membawa tanda terima pos dari pihak Adira finance, bahwa berkas telah dikirim via kantor pos Cibinong kabupaten Bogor.

Menurut keterangan Hadi, yang mengurus motor abangnya yang dibegal, membawa tanda bukti dari pihak Adira finance, dirinya menanyakan perihal berkas perjanjian kontrak kredit yang telah dikirim Adira. Hadi mendatangi kantor pos Cibinong Jumat 15/04/2016 kemarin, dan karyawan kantor pos Cibinong meminta salinan tanda terima berkas yang hendak dicari dan dijanjikan hari Senin datang kembali.

“Janjinya Jumat, akan ditelpon hari Senin, ternyata tidak ditelepon. Sekarang hari Senin 18 April 2016, ternyata Bu Desi tidak masuk, bagian custumer servis,” ujar Hadi kepada KM Senin 18/04/2016.

“Mulai 2014 akad kredit, pembayaran pertama tanggal 6 November 2014, atas nama Sajid B Sarijan, nomor PK (perjanjian kontrak) 011014115956 angsuran Rp 723.000 jatuh tempo tanggal 6, lama angsuran 29 bulan, berhenti di bulan 7 Januari 2016, karena hilang,” ungkap Hadi, sambil menunjukan bukti angsuran yang tertera dalam photo.

“Merasa sudah ada asuransi, tapi pihak Adira tidak meng cover (mengganti), saya mau lihat perjanjian kontraknya, pihak Adira meminta saya mendatangi kantor pos Cibinong untuk melihat isi kontraknya, sudah 18 bulan tidak sampai ke rumah abang saya,” ujar Hadi, menunjukan salinan bahwa Adira telah mengirim via kantor pos Cibinong, seperti yang tertera dalam foto.

Pihak kantor pos Cibinong kabupaten Bogor yang menangani perihal pengiriman masih mencari berkas yang dijanjikannya hari Senin. Di kantor Pos Cibinong, manajer antaran, Gefza, mengatakan, “Kita kan memang harus cari manual pak. Berkas itu kan numpuk harian pak, itu kan sudah 2014 ya. Kita harus bongkar gudangnya,” ujarnya, dengan nada bingung.

“Dari Adira ngasih berkas ke kita, dengan lampiran yang dibawa bapak ini, itu saya yang belum bisa jawab kenapa, karena saya harus temuin dulu fisiknya, alasannya kan adanya disitu. Pasti gagal pak. Kalo kita gak ketemu alamatnya, dibalikin ke Adira,” terang Gefza.

Menurut Gefza, pengiriman dalam tempo 1 bulan tidak sampai, berkas yang dikirim akan dikembalikan ke pihak pengirim. “Di kita itu 3 kali antar, bisa satu minggu, gak sampai 3 minggu, dalam 3 kali antar itu satu minggu, gak sampai sebulan. Produsernya 3 kali antar ya, kalo tidak diketemukan alamatnya kita akan kembalikan,” ungkap Gefza.

Advertisement

“Itu makanya belum bisa jawab pastiin, pak, kenapa belum ada pengembalian ke Adira. Cuman pada saat bapak itu mengirim saya belum disini. Makanya saya bilang harus cari dulu fisiknya itu seperti apa, kan saya gak bisa jawab pasti ke bapak, sebenarnya barangnya ada dimana, alasan tidak sampai ke alamat itu apa, saya harus temukan dulu fisiknya. Sebenarnya berkasnya tuh ada di pemasaran. Kalau antaran, saya tapi kalau yang bekerjasama dengan Adira itu pemasaran, saya manager antaran,” cetus Gefza.

Di tempat yang sama, Hadi diarahkan oleh Gefza kepada Staf Pemasaran, Hendra, yang menjelaskan secara berbelit-belit, kenapa bisa sampai 18 bulan tidak terkirim sampai ke tujuan, padahal pihak Adira finance mengarahkan ke kantor Pos Cibinong.

“Disini saya pemasaran. Memang disini mekanismenya, diinput masuk komputer,” terangnya.

“Langsung ke bagian operasi pengantar. Hak untuk pengembalian, begitu tidak sampai dikembalikan ke pengirim. Tidak kembali itu ada yang buntu. Memang disini ada miss. Untuk yang kerjasama di pemasaran untuk operasi. Kalo pemasaran tuh atau marketing lebih ke PKS (perjanjian kerja sama) nya,” ungkap Hadi.

Penjelasan Hendra, tak ada laporan langsung ke pimpinannya, “Ada didata masing-masing (pengantar), misalkan dia ngantar 200, dia update sendiri, nanti  langsung di sistem. Makanya ke pengantar langsung, takutnya bisa aja kan pengantarnya nakal. Banyak pegawai yang dikeluarkan gara-gara masalah antar,” terangnya.

Hendra menjelaskan, walau sebagai manager, dirinya tidak mengerti laporan dari pengiriman anak buahnya. “Soalnya kan kembalinya tuh kan banyak. Makanya, kan kami kroscek dulu ke antaran, bukan ke bu Ica nya (panggilan Gefza -red),  Managernya tuh ga tau persisnya,” ungkapnya.

Hendra mengakui tidak fahamnya dan menganggap hal tersebut sudah biasa menjadi urusan management yang membingungkan. “Saya jadi gak ngerti nih, jadi ini urusan intern,” tukas Hendra.

“Kalo tidak ada komplen, berarti dianggapnya mulus,” ungkap Hendra.

Bahkan Hendra menyalahkan pihak Adira, padahal Hadi yang sudah mendatangi Adira disuruh mendatangi pihak Pos Cibinong, sehingga terjadi debat di kantor Pos, antara staf pemasaran Hendra dengan Hadi.

“2014 gak mungkin bang. Kan ada jangka, kalo sudah lebih setahun itu gak bisa, kan ada jangkanya setahun apa dua tahun lah. Kita ada aturannya, dengan management, ini rahasia, jadi gak bisa mengkomplenkan punya orang, kenapa abang komplen,” tegasnya dengan nada emosi, tidak bisa menjawab pertanyaan. (Tengku YusRizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*