Razia Tanpa Hasil, Kasatpol PP Tuduh Kepala Desa Kongkalikong

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Lutfi (dok. KM)
Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Lutfi (dok. KM)

BOGOR (KM) – Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, Polsek Cileungsi, Kecamatan, BNN, Dinas Tata Bangunan dan Desa Limus Nunggal melakukan Operasi rumah-rumah kontrakan yang disinyalir sebagai tempat prostitusi terselubung dan juga melakukan pendataan terhadap warga pendatang baru di pangkalan 12, desa Limus Nunggal, kecamatan Cileungsi kabupaten Bogor.

“Hasil laporan masyarakat  para PSK (Pekerja Seks Komersial) melakukan transaksi di rumah kos-kosan pangkalan 12,” ucap Lufti, Kasat Pol PP kabupaten Bogor kepada wartawan, Senin 18/04/2016.

Ia menambahkan dalam operasi yang dilakukan tidak ada ditemukan Rumah kos-kosan yang menjadi lokasi prostitusi dan berbanding terbalik dari laporan yang diterima saat rapat dengar pendapat di kantor Bupati kabupaten Bogor.

“Saya minta RT/RW dari Desa untuk menunjukkan lokasi yang dilaporkan akan tetapi tidak ada satu pun yang memberi tahu, dengan alasan kesalahpahaman,” lanjut Lutfi.

Menurut Lutfi untuk wilayah Desa Limus Nunggal di pangkalan 12, Mawar, Coklat dan wilayah lainnya yang menjadi lokasi pelacuran, bukan perkara mudah untuk di hilangkan dengan alasan pemerintah desa memiliki kontribusi besar dan berbeda dengan lokasi prostitusi di Kalijodo Jakarta.

Advertisement

“Pemilihan Kepala desa Limus Nunggal, uang kampanye didapat dari lokasi prostitusi sehingga sulit untuk dihentikan dan desa mendukung. Saya berani tegaskan kalau kepala desa terima setoran dari lokasi prostitusi Limus Nunggal,” ungkap Lutfi.

Pantauan di lapangan, puluhan petugas Pol PP, Polisi dan BNN menyisir setiap rumah kos-kosan akan tetapi tidak ada ditemukan penghuninya. Beberapa warga sekitar juga turut ambil bagian dalam tes urin yang di lakukan oleh pihak BNN.

Menanggapi tuduhan, kepala desa limus nunggal, H. Ardhi, membantahnya sebagai sebuah fitnah yang tidak berdasar. “Jika saya yang membekingi lokasi prostitusi buat apa saya tiap malam lakukan razia,” ucapnya.

Ardhi juga menilai jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa, lokasi prostitusi sudah beroperasi. “Lutfi itu mantan camat Cileungsi, sudahkah mampu melakukan penertiban?” pungkasnya. (Tyr)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*