SMPN 1 Cianjur Bangun Masjid Bernilai 600 Juta dari Hasil Infaq Siswanya

Masjid yang tengah dibangun di SMPN 1 Cianjur. (dok. KM)
Masjid yang tengah dibangun di SMPN 1 Cianjur. (dok. KM)

CIANJUR (KM) – Bentuk dari kepeduliannya untuk membangun akhlak siswanya di era perkembangan globalisasi serta menuju revolusi mental, kepala sekolah SMP Negeri 1 kabupaten Cianjur Provinsi Jawa barat, H. Endang, yang telah memimpin dua tahun di sekolah ini, ternyata mempunyai tekad yang luar biasa dalam mengajak siswa-siswinya untuk bersama-sama bahu-membahu saling bergotong royong.

Ini telah dibuktikan dengan dibangunnya sebuah mesjid yang diperkirakan akan memakan anggaran hingga mencapai Rp. 600 jutaan, dengan anggaran diambil dari hasil infaq para murid-muridnya setiap hari tanpa adanya paksaan. Bahkan peran partisipasi dari para guru-guru pun ikut menyumbang, dari mulai pengadaan semen hingga keramik dan yang lain-lainnya.
Sementara itu bangunan masjid yang letak lokasinya berada di dalam lingkungan sekolah tersebut ketika diliput oleh Kupas Merdeka, terlihat pekerjaan sekitar 60 atau 70 persen, dan telah memakan anggaran kurang lebih sekitar 400 jutaan, selama dua tahun berjalannya pembangunan mesjid ini. Menurut keterangan kepala sekolah, mesjid tersebut telah dirancang oleh seorang arsitek.
Advertisement
” Ya, disinilah kita sebagai pendidik punya kewajiban untuk membentuk dan membina mereka dengan kesadaran agar kelak nanti, mereka bisa mandiri dan berguna bagi bangsa ini, serta dapat hidup bermasyarakat dan bermanfaat tanpa harus berharap meminta pemberian dari orang lain, apalagi berharap bantuan dari pemerintah,” ucap kepala sekolah menjelaskan kepada Wartawan KM.
“Masa-masa menjelang hari pensiun saya, setidak-tidaknya ada lah kenang-kenangan hasil kerja nyata saya di sekolah SMP Negeri 1 ini, dan mudah-mudahan murid-murid saya kelak akan menjadi generasi penerus dan melanjutkannya program yang sedang dilakukan ini, walaupun infaq itu hanya sekedar seratus perak, disisihkan dari uang hasil jajannya, itukan akan menjadi sebuah pahala nanti kalau kita kembali,” tambah Endang.
Bahkan Endang menjelaskan kembali kepada  Kupas Merdeka, kalau ia merasa bangga, ternyata anak didiknya ketika ia pada saat itu masih menjadi seorang guru Fisika kini sudah ada yang  menjadi Kabag dan Sekdis di dinas pendidikan.  (Muklis)
Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*